Petenis andalan Indonesia sabet gelar ITF J30 Yogyakarta

Jakarta – Petenis andalan Indonesia Kholisa Siti Maisaroh berhasil menyabet gelar juara tunggal putri pekan kedua Detec International Junior Championship 2023.

Dalam babak final, Minggu, unggulan teratas itu menyudahi perlawanan petenis kidal asal Korea Selatan Min Young Choi 7-5, 6-4.

“Lawanku mungkin tahu bahwa aku banyak defense. Dia makin menyerang terus. Bola-bolaku juga kurang panjang. Lama-lama, kelabakan,” kata Kholisa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Berlaga di Lapangan Tenis Kompleks Stadion Sultan Agung, Bantul, Kholisa cukup kesulitan karena bermain lebih bertahan pada set pertama. Tertinggal dua gim lebih dulu, petenis kelahiran Kudus, Jawa Tengah, itu tak tinggal diam.

Sadar bahwa ini partai puncak, petenis berusia 16 tahun itu mulai bermain lebih agresif meskipun bahunya meradang. Kholisa pun berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan set pertama 7-5.

Kejadian berulang pada permulaan set kedua, Kholisa tertinggal dua gim, 1-3.

“Namun, karena ini laga terakhir, aku main habis-habisan aja. Capek enggak capek, aku tembak terus aja.”

Pengorbanannya tidak sia-sia, Kholisa dapat menyudahi laga dengan lebih cepat pada set kedua. Petenis peringkat ke-451 ITF itu membukukan skor 6-4.

“Sebelum bertanding, aku berniat main menyerang terus. Tapi ternyata di lapangan badanku terasa capek. Kalau menyerang terus, badanku enggak kuat. Kalau bolanya benar-benar enak, aku baru berani menyerang. Lawanku pun sering eror,” ujar peraih empat gelar ITF Junior itu.

Usai turnamen ITF J30 dua pekan di Yogyakarta, Kholisa berencana ikut dua seri ITF J60 di Jakarta akhir Juni hingga awal Juli 2023.

Di tunggal putra, Faried Widyarohmadhiansyah berhak memboyong gelar juara tanpa tanding. Lawannya di final, si kidal Kuan Sho Chen, jawara pekan pertama asal Taiwan itu tidak dapat bertanding lantaran keracunan makanan.

“Aku ingin berprestasi di PON 2024 terlebih dulu. Setelah itu, baru berpikir soal lain, termasuk karier profesional,” ujar Faried.

Detec International Junior Championship telah bergulir dua tahun di lapangan Sultan Agung Bantul sejak 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *