WNI Tewas Dibuang di Jalanan Hongkong

HONGKONG – Warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri kembali bernasib mengenaskan. Kali ini, nasib buruk menimpa Wiji Astutik Supardi, 37. Dia ditemukan tewas di Changsa Street, Distrik Mong Kok, Hongkong, Senin (8/6). Jenazahnya ditemukan dibungkus kasur dan digeletakkan di pinggir jalan begitu saja.

’’Asisten toko (di Changsa Steet) yang datang untuk bekerja menemukan matras yang digulung di luar toko. Ketika dia menendangnya, tangan manusia keluar dari kasur tersebut dan membuatnya terkejut,’’ ujar Or Man, pemilik lapak perbaikan jam di dekat lokasi penemuan mayat.

Pegawai yang takut tersebut lantas berlari ke lapak milik Or dan memintanya menelepon polisi. Dia mengungkapkan, kasur tersebut dibuang di pinggir jalan sejak Minggu (7/6). Petugas kepolisian dihubungi pukul 10.44. Saat mendatangi lokasi, polisi mendapati mayat yang kemudian diidentifikasi sebagai Wiji.

’’Saat mengidentifikasi, kami berhasil mengecek berbagai dokumen identitasnya,’’ ujar Lo Chung-wong, kepala inspektur polisi sementara di Kantor Pusat Kriminal Kepolisian Kowloon Barat.

Ketika ditemukan, dompet, perhiasan, serta barang-barang lain milik Wiji masih utuh. Tubuh Wiji juga berpakaian lengkap. Beberapa bagian tubuhnya memang terlihat lebam. Meski begitu, ditengarai lebam-lebam tersebut tidak akan berakibat fatal. Karena itulah, polisi akan melakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian.

’’Otopsi dan pemeriksaan terhadap ada atau tidaknya racun akan dilakukan,’’ tegas Lo.

Selama berada di Hongkong, Wiji ditengarai tengah dekat dengan pria Pakistan bernama Wahaj Fyaz yang berusia 30-an tahun. Keduanya akrab setidaknya setahun belakangan ini. Pemilik restoran di Changsa Street yang bernama Wong mengenali foto Wiji dan Fyaz yang ditunjukkan polisi. Wong menyebutkan, Fyas merupakan pria tinggi kurus dan berkumis.

Berdasar data kepolisian, Februari lalu Wiji juga pernah dipukuli oleh pria bernama Fyaz. Saat itu, terdapat luka robek di lengan, kaki, dan wajahnya. Namun, kasus tersebut tidak dilanjutkan karena Wiji menolak menuntut pelaku. Pihak kepolisian sekarang tengah menyisir keberadaan Fyaz.

’’Berdasar penyelidikan kami, perempuan ini (Wiji, Red) dan teman dekat prianya biasanya tidur di atap gedung dekat lokasi tubuhnya ditemukan. Jadi, untuk sementara, itu salah satu petunjuk bagi kami,’’ ujar Lo.

Dia meminta siapa pun yang pernah melihat Wiji selama dua hari ini, baik sendirian maupun saat bersama Fyaz, untuk menghubungi polisi.

Wiji pernah mengajukan suaka sebagai pengungsi kepada pemerintah Hongkong pada 2007. Sejak saat itu, dia tinggal menggelandang dan tidak tetap dengan berbekal kartu identitas sementara yang diberikan pemerintah Hongkong. Fyaz juga sama dengan Wiji, merupakan pencari suaka. Kasur yang digunakan membungkus Wiji diduga merupakan kasur yang sama yang biasa mereka pakai tidur.

Polisi juga mengungkapkan bahwa Wiji memiliki anak perempuan. Tidak diketahui apakah anak tersebut berada di Hongkong atau di Indonesia. Polisi yakin Wiji telah meninggal sehari sebelum ditemukan. Namun, mereka tidak bisa mengonfirmasi lokasi tepatnya kematian Wiji. (Jawapos.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *