Wisatawan Tujuan Garut Mengeluhkan Banjir yang Terjadi di Rancaekek

GARUT – Libur Tahun Baru Imlek, para wisatawan di Cipanas Garut mengeluhkan terganggunya perjalanan mereka oleh banjir di Rancaekek. Akibatnya, mereka harus menempuh perjalanan dengan waktu lebih lama, bahkan hampir dua kali lipatnya.

Wisatawan asal Bandung, Hayati (50), mengatakan dia dan keluarganya menghabiskan waktu sampai 3 jam untuk sampai ke Cipanas. Padahal bisanya, hanya membutuhkan waktu 2 jam atau bahkan kurang.

“Di Rancaekek macet sekali, padahal pergi subuh. Ada banjir sampai setinggi ban mobil di sana. Jadinya ke Cipanasnya telat satu jam lebih,” kata Hayati yang mengunjungi salah satu kolam renang air panas di Cipanas Garut, Kamis (19/2).

Hayati mengatakan sangat heran dengan kinerja pemerintah yang tidak bisa menyelesaikan permasalahan banjir di Rancaekek. Banjir di Rancaekek, katanya, seperti menjadi kebiasaan buruk yang nampak dipelihara atau dibiarkan.

Hal serupa dikatakan Abraham (30), warga Bogor yang juga mengunjungi kawasan wisata di Garut. Dia pun mengeluhkan banjir di Rancaekek yang terus terjadi setiap musim hujan.

“Kalau mudik ke Garut juga dan bertepatan dengan saat hujan, pasti banjir di situ. Akhirnya membuat macet panjang, bisa antre sampai dua jam seperti tadi,” kata Abraham.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut, Asep Irvan, mengatakan banjir di Rancaekek menjadi hal yang paling mengganggu bagi para wisatawan. Asep mengatakan sering mendengar keluhan wisatawan ihwal banjir tersebut. (Tribun Jabar)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *