Vladimir Putin Klaim Perekonomian Rusia Pulih

MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi bintang televisi. Kamis (16/4) pemimpin 62 tahun itu tampil sebagai narasumber dalam acara tahunan dialog interaktif dengan rakyat melalui sambungan telepon. Dalam acara yang ditayangkan langsung stasiun televisi tersebut, Putin banyak berbicara tentang kebijakan politiknya.

”Jika kita bisa mempertahankan stabilitas politik dalam negeri dan memelihara persatuan masyarakat seperti saat ini, kita tidak perlu takut pada ancaman apa pun,” papar Putin. Ancaman yang dia maksud adalah sanksi dan gertakan dunia Barat. Dia lantas menyatakan bahwa Rusia mampu bertahan di tengah berbagai ancaman sanksi dan kecaman dunia karena rakyat dan pemerintah satu suara.

Dia lantas menyebut sektor perekonomian Rusia sebagai bukti kemampuan bertahan Negeri Beruang Merah itu. Sejak menerima Crimea sebagai bagian dari wilayahnya dan menginvasi Ukraina, Moskow menjadi sasaran sanksi Barat. Embargo dalam bidang perekonomian dan diplomatik membuat Kremlin terpojok. Tapi, Putin tetap bersikukuh pada pendiriannya dan malah melawan embargo dengan aksi boikot.

Kendati sempat kewalahan karena embargo dan sanksi yang membuat Rusia terkucil di Eropa, Kremlin akhirnya berhasil membuktikan kesaktiannya. Kini performa ekonomi negara berpenduduk 144 juta jiwa itu membaik. Bahkan, Putin menyebut kondisi perekonomian dalam negeri sudah kembali normal. Belakangan, nilai mata uang Rusia, rubel, juga semakin kuat.

”Ini bukti pulihnya kepercayaan para investor terhadap kita,” ujar politikus yang gemar judo tersebut. Dia juga menampik ramalan para pakar ekonomi yang menyebut perekonomian Rusia bakal mengalami penyusutan sekitar 3 atau 5 persen tahun ini. Dia optimistis, penyusutan ekonomi Rusia tidak akan sebesar angka yang diramalkan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Putin mengatakan bahwa sanksi Barat terhadap Rusia justru mendatangkan keuntungan bagi Kremlin. ”Faktanya, semua (sanksi) ini hanya membuat pemerintah lebih solid dan bank sentral lebih sehat,” ungkapnya. Bahkan, dia yakin, pemulihan ekonomi yang ditargetkannya pada tahun depan bisa tercapai lebih cepat.

Putin mengatakan bahwa sektor pertanian sudah kembali tumbuh dengan lebih pesat setelah sempat terpuruk karena sanksi Barat. Dia mengklaim produk pertanian dalam negeri telah mampu menghapus ketergantungan masyarakat terhadap produk-produk impor. Tapi, petani kelahiran Inggris yang bernama John Kopiski membantah klaim Putin tersebut.

Dalam wawancara melalui telepon, si petani menyatakan bahwa kaumnya masih mengalami banyak kendala dan kesulitan sampai sekarang. Sebab, harga produk pertanian dan peternakan, khususnya produk turunan susu, sangat rendah. ”Anda mengatakan semuanya sudah terkendali. Maaf, itu tidak benar. Saya punya lima anak dan saya membutuhkan jaminan kepastian demi masa depan mereka,” paparnya.

Terkait protes Kopiski tersebut, Putin mengakui rendahnya harga produk-produk pertanian dan peternakan di pasar. Terutama susu bubuk. Sebab, impor susu bubuk dari Belarus sangat murah. Tapi, dia berjanji untuk segera mengatasi masalah tersebut. ”Pemerintah akan meningkatkan subsidi bagi para petani dan peternak,” tandasnya.

Selain membahas perekonomian, Putin berbicara tentang keputusannya untuk mencabut sanksi 2010 tentang transaksi senjata dengan Iran. Beberapa waktu lalu Kremlin mengirimkan sistem pertahanan rudal S-300 yang sempat tertunda. Itu dia lakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap Iran yang sudah mencapai kesepakatan dengan Barat terkait nuklir. (jawapos.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *