Teroris Serbu dan Sekap Pengunjung Museum

TUNIS – Kunjungan wisatawan ke Museum Bardo di Tunis, Tunisia, Rabu (18/3) berubah menjadi pengalaman mencekam. Itu terjadi setelah dua orang pria berpakaian militer masuk dan menembak secara membabi buta. Sebanyak 19 orang dilaporkan tewas, 17 di antaranya turis asing dan sisanya warga Tunisia.

”Warga asing yang ikut menjadi korban tewas di antaranya berkewarganegaraan Italia, Spanyol, dan Jerman,” ujar Perdana Menteri Tunisia Habib Essid beberapa saat setelah serangan berakhir. Satu petugas keamanan ikut menambah daftar korban meninggal menjadi 20 orang. Dia tewas saat baku tembak dengan para pelaku. Kedua pelaku juga akhirnya ditembak mati. Selain korban tewas, ada 22 turis lain ditambah dua warga Tunisia yang terluka akibat serangan tersebut.

Serangan di Museum Bardo itu terjadi saat tengah hari waktu setempat. Pada jam-jam tersebut biasanya turis membentuk antrean yang mengular untuk memasuki area museum. Sebelum kejadian, ada dua kapal pesiar yang bersandar di Tunis, yaitu MSC Splendida dan Costa Fascinosa. Sebagian penumpang dua kapal pesiar itu mungkin berkunjung ke Bardo saat serangan penembakan terjadi. Karena itulah, sebagian besar korban tewas adalah turis asing.

Saksi mata menyatakan bahwa dua orang pelaku langsung memuntahkan timah panas sesaat setelah turun dari kendaraan dan langsung menyerbu masuk ke dalam museum. Sebagian besar turis telah dikeluarkan dari museum oleh petugas keamanan sesaat setelah serangan terjadi. Namun, masih ada beberapa orang yang terjebak di dalam. Beberapa orang turis akhirnya dijadikan sandera oleh pelaku. Para sandera tersebut berkebangsaan Inggris, Italia, Prancis, dan Spanyol.

Gedung parlemen Tunisia yang berada di dekat museum langsung diamankan dan semua orang di dalamnya dievakuasi. Saat serangan terjadi, anggota parlemen sedang membahas Rancangan Undang-Undang Antiterorisme. Helikopter dikerahkan untuk mengevakuasi pengunjung museum. Tentara Tunisia langsung dikerahkan untuk menyerbu masuk beberapa waktu kemudian. Dalam tempo kurang dari tiga jam, dua orang pelaku bisa ditembak mati.

Hingga kemarin belum ada pernyataan resmi siapa pelaku di balik penyerangan tersebut. Pemerintah hanya memberikan informasi singkat soal identitas teroris. ”Pelakunya dua orang atau lebih dengan bersenjata Kalashnikovs (salah satu jenis senjata api otomatis, Red),” ujar Juru Bicara Pemerintah Mohamed Ali Aroui lewat stasiun radio Mosaique FM. Para penyerang juga membawa granat dan bahan peledak lainnya.

Sebenarnya, situasi politik Tunisia jauh lebih stabil daripada negara-negara tetangganya di kawasan Maghribi, Afrika Utara. Namun, beberapa tahun terakhir Tunisia harus berjuang keras menghadapi kelompok-kelompok ekstremis yang berafiliasi dengan Negara Islam di Iraq dan Syria (ISIS).

Selama ini serangan teroris di Tunisia selalu menyasar pasukan pemerintah, tidak pernah kepada turis. Ini adalah kali pertama serangan di lokasi wisata terjadi. Serangan itu langsung memukul industri pariwisata di Tunisia. Museum Bardo merupakan tempat yang menyimpan sejarah panjang Tunisia dan salah satu magnet kuat untuk menarik wisatawan asing. Bardo juga dikenal sebagai salah satu museum di dunia dengan koleksi mozaik terbesar dari masa kejayaan Kekaisaran Romawi.

Bukan hanya itu, sektor pariwisata juga merupakan salah satu penopang perekonomian di Tunisia. Mayoritas turis berasal dari warga Eropa. Serangan terakhir yang menewaskan sejumlah besar warga asing pernah terjadi di Tunisia pada 2002. Saat itu sebuah bom meledak di sinagoge yang berada di resor di Pulau Djerba. Sebanyak 19 orang tewas dan 11 di antaranya adalah turis Jerman. Kelompok Al Qaeda mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. (Jawapos.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *