Suami Istri, Sama-sama Mantan Kades Dihukum Sama 4 tahun

BANDUNG – Suami istri, yang sama-sama mantan kepala desa di Kabupaten Garut divonis bersalah melakukan korupsi beras raskin. Sang suami, Cucu Sugirman, mantan Kades Sukamukti, Kecamatan Cilawu divonis 4 tahun tiga bulan penjara.

Sementara istrinya, Esih Susilawati, mantan Kades Dangiang, Kecamatan Cilawu, divonis hampir sama, yaitu 4 tahun penjara.

Vonis dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (18/2/2016).

“Mengadili dan menyatakan bahwa terdakwa Cucu Sugirman terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun 3 bulan,” kata ketua majelis hakim, Endang Makmun, saat membacakan amar putusannya.

Setelah membacakan putusan kepada Cucu, ketua majelis hakim selanjutnya membacakan putusan untuk Esih yang tak lain merupakan istri terdakwa Cucu. Majelis hakim menjatuhkan vonis 4 tahun penjara untuk wanita berkulit putih tersebut.

Vonis majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut. Kepada Cucu, JPU menuntut hukuman 4 tahun 8 bulan penjara. Sedangkan kepada Esih, JPU menuntut hukuman 4 tahun 6 bulan penjara.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyampaikan hal yang memberatkan dan meringankan kepada kedua terdakwa. Hal yang memberatkan, kedua terdakwa tidak peka dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Adapun hal yang meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, serta belum pernah dihukum.

Kedua terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 tentang Perubahan atas UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas vonis tersebut, ratusan warga kecamatan Cilawu Garut yang hadir di Pengadilan Tipikor Bandung tampak kecewa. Bahkan banya di antara mereka yang tak kuasa menahan kesedihan. Beberapa di antaranya terlihat menitikan air mata.

Atas vonis majelis hakim ini, baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir. Majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa maupun JPU untuk pikir-pikir selama sepekan.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyebutkan terdakwa Cucu saat menjabat sebagai Kades Sukamukti pada 2011-2013 telah melakukan penyelewengan distribusi beras miskin. Selain itu Cucu juga telah menggunakan dana bantuan keuangan pemerintah desa untuk peningkatan fasilitas. Total nilai kerugian negaranya mencapai Rp 596.214.095.

Sementara terdakwa Esih telah melakukan penyelewenagan distribusi beras miskin saat menjabat sebagai Kades Dangiang pada 2009-2012. Total nilai kerugian negaranya mencapai Rp 384.700.320.

Modus penyelewengan yang dilakukan terdakwa pada kasus ini adalah dengan cara menjual beras raskin yang seharusnya disalurkan kepada masyarakat miskin di desanya masing-masing.

Kedua terdakwa menjual beras kepada seorang tenaga honorer Disperindagkop, Kabupaten Garut yang bernama Erwan. Nama terakhir ini juga telah ditetapkan oleh penyidik sebagai tersangka. (Pikiran-Rakyat.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *