Siap Adu Kendaraan Hemat Bahan Bakar

MANILAIndonesia kembali berpartisipasi dalam ajang Shell Eco-Marathon Asia (SEMA). Rabu (25/2), rombongan tim mahasiswa Indonesia yang menjadi peserta SEMA 2015 telah tiba di Manila, Filipina, untuk mengikuti ajang inovasi otomotif tersebut.

Mereka akan berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara untuk menguji kendaraan hemat bahan bakar buatan mereka di sirkuit jalan raya yang terletak di jantung kota Manila.

Antusiasme mahasiswa Indonesia yang cukup tinggi terlihat pada perhelatan yang kali pertama digelar oleh Shell pada 2010 itu. Buktinya, sebanyak 23 tim mahasiswa asal Indonesia dari 18 perguruan tinggi di 10 kota hadir dalam kegiatan tersebut.

Para peserta ditantang untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar di lingkungan perkotaan yang sebenarnya. Pemenang akan ditentukan berdasarkan jarak tempuh terjauh dengan hanya menggunakan seliter bahan bakar (atau ekuivalen).

Pada kompetisi tahun lalu, Tim Sadewa Otto dari Universitas Indonesia (UI) berhasil memecahkan rekor Asia dengan menempuh jarak 301 kilometer per liter dengan bahan bakar bensin. Itu hampir dua kali lipat dari hasil mereka sebelumnya pada kategori Urban Concept melalui mobil bernama Kalabia Evo-4.

Seiring dengan penyelenggaraan Shell Eco-marathon yang memasuki tahun ke-30 di dunia, edisi keenam Shell Eco-Marathon Asia untuk kali pertama dalam sejarah penyelenggaraannya menyambut peserta baru. Yakni, dari Australia, Bangladesh, Oman dan Arab Saudi. Total ada 133 tim mahasiswa dari 17 negara yang ikut berkompetisi dalam ajang inovasi otomotif bergengsi tersebut.

Sebagai festival publik yang merayakan pemikiran inovatif dan mobilitas masa depan, SEMA kali ini akan digelar untuk kali kedua di sebuah sirkuit yang didesain secara khusus di Manila.

Presiden Direktur And Country Chairman Shell Indonesia Darwin Silalahi mengatakan, antusiasme Indonesia dalam acara tersebut terbilang tinggi. Bahkan, dari 17 negara peserta, Indonesia menempati posisi kedua pengirim peserta terbanyak.

”Kami bangga, antusiasme mahasiswa Indonesia terhadap SEM Asia semakin besar setiap tahunnya. Mereka berani merespons tantangan untuk berinovasi dalam membangun kendaraan super efisien, melakukan riset, dan uji coba menggunakan sumber-sumber energi baru yang bisa dimanfaatkan di masa depan, baik sebagai alternatif bahan bakar transportasi, ataupun penunjang pembangunan infrastruktur di Indonesia.” ujar Darwin. (Jawapos.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *