Ramadan, Karaoke Boleh Buka Mulai 20.30 hingga 01.30

JAKARTA – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta mengultimatum penyelenggaraan usaha pariwisata selama Ramadan 1436 Hijriah. Ada enam kategori usaha pariwisata yang harus ditutup total selama puasa. Antara lain, klub malam, diskotik, mandi uap, griya pijat, permainan mesin keping jenis bola ketangkasan, serta usaha bar yang berdiri sendiri dan yang terdapat di klub malam.

Usaha-usaha itu harus tutup maksimal satu hari sebelum, selama ramadan, pada Idul Fitri, serta satu hari setelah Idul Fitri.

“Implementasi dari Perda Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Kepariwisataan, Keputusan Gubernur Nomor 98 Tahun 2004 Tentang Waktu Penyelenggaraan Pariwisata, serta Surat Edaran Disparbud Nomor 34/SE/2015,” kata Kepala Disparbud DKI Jakarta Purba Hutapea di kantor Disparbud, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (12/6).

Penyelenggara usaha yang tidak mengikuti aturan akan dikenai sanksi sesuai pasal 34 dan 44 Perda Nomor 10 Tahun 2004. Sanksi yang dimaksud bisa berupa teguran lisan, tertulis, penutupan, hingga pencabutan izin operasional.
Sebagai pengawas di lapangan, Dinas pariwisata dan budaya bekerjasama dengan Satpol PP DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya. “Karena aparat itu yang punya hak eksekusi,” ujar Purba.

Dalam beberapa hari ini akan ditempelkan izin buka atau tutup di 1.287 tempat usaha pariwisata ibu kota. Usaha yang boleh buka, seperti karaoke atau live music, dan biliard, harus mematuhi jam operasional nya. Yakni pukul 20.30 hingga 01.30. “Malam ini kita sebar secara simbolis,” cetusnya. (Jawapos.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *