Proyek Centennial Tower Terbakar

JAKARTA SELATAN – Proyek pembangunan Centennial Tower di Jalan Gatot Soebroto diamuk si jago merah Senin dini hari (30/3). Akibatnya, 12 orang harus dirawat di rumah sakit dan seorang lainnya tewas. Para korban adalah pekerja proyek tower di kawasan Jakarta Selatan tersebut.

Berdasar informasi, Centennial Tower dibangun PT Acset Indonusa. Saat ini, proyek itu masih dikerjakan. Pembangunan gedung yang direncanakan 51 lantai tersebut telah berlangsung 1,5 tahun dan ditargetkan selesai tahun ini. Dari keterangan sebuah situs properti, office space di lantai 1 gedung tersebut ditawarkan USD 3.800 per meter persegi.

Menurut Kapolsek Setiabudi AKP Audie Latuheru, dari hasil pemeriksaan sementara, diduga penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Karena hubungan arus pendek, muncul percikan api dan menyambar ruang material yang berisi beberapa cairan yang mudah terbakar. ’’Untuk kerugian, sementara belum ditaksir,’’ ujarnya kemarin.

Audie membenarkan bahwa ada seorang korban yang meninggal. Yakni, Sajumadi, 46, warga Kali Angke, Jakarta Barat. Korban tewas karena diduga tidak bisa bernapas lantaran menghirup asap saat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api. Tubuhnya sudah ditemukan petugas. ’’Karena tidur, dia tidak sempat melarikan diri,’’ tambahnya.

Sajumadi adalah pekerja yang biasa mengoperasikan alat berat. Dia diketahui tertidur di dekat gudang material yang terbakar. Di tempat tersebut, Sajumadi tidur bersama dua rekannya. Namun, dua lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Menurut Latif, salah seorang saksi, dirinya mendengar suara ledakan daribasement 2 proyek Centennial Tower, tepatnya dari gudang material. Karyawan di bagian logistik tersebut kemudian meminta bantuan kepada Aris, salah seorang petugas sekuriti yang berjaga. Setelah didatangi, ternyata api sudah membesar. Aris dan Latif pun berupaya memadamkan api dengan tabung pemadam. Namun, api terus menjalar.

Para pekerja tampak berhamburan. Aris lantas menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar) dan Polsek Setiabudi. Sekitar 20 mobil damkar turun ke lokasi. Hingga pukul 05.00, petugas baru selesai menjinakkan api. ’’Petugas damkar juga mengevakuasi para pekerja. Sebab, mereka terkurung di basement 2,’’ jelas Irwan, kepala Sudin Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan.

Sementara itu, para pekerja korban kebakaran dirawat di RS Siloam dan RSAL dr Mintoharjo. Mereka adalah Duladi, Marwan, dan Asiswanto (RS Siloam) serta Cahya, 40; Ipul, 28; Gunawan, 21; Jefri, 39; Sutrisno, 34; Nur Rohim, 53; Ahmad Rianto, 40; dan Darmawan 40 (RSAL Mintoharjo). Sebagian pekerja sudah pulang.

Di RSAL Mintoharjo, masih ada dua orang yang dirawat di ICU. Korban lain berada di ruang rawat inap. Kondisi mereka tampak sehat. Rata-rata mereka harus dirawat karena menghirup banyak asap.

Cahya, salah seorang yang selamat, mengungkapkan, saat kebakaran terjadi, dirinya tertidur di basement 2 bersama pekerja lain. Dia terbangun setelah menghirup asap dengan bau yang sangat menyengat. Begitu membuka mata, dia kaget bukan main karena ruang istirahat itu telah penuh asap. ’’Busyet,asep (asap, Red),’’ ungkap pekerja asal Kuningan, Jabar, itu.

Cahya lalu membangunkan rekan-rekannya. Dia mengajak pekerja lain untuk bergegas keluar ruangan. Karena tidak memungkinkan lagi untuk keluar melalui pintu, Cahya dan temannya berusaha mencari jalan lain. Dia ingat, di basement 1 ada jalan tembusan ke atas.

’’Setelah itu, saya mengikuti ke mana angin itu datang dan langsung melangkah masuk ke lubang sub. Ternyata bener, lubang itu tembus ke atas, ke lantai ground,’’ ujarnya.

Ketika ditemui Jawa Pos, Cahya berkali-kali mengucap syukur karena selamat dari musibah kebakaran. Kemarin dia tengah menanti keluarganya datang dan berharap bisa cepat pulang. (jawapos.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *