Kulit Manggis Racikan Apoteker Surabaya Cegah Penuaan Dini

SURABAYA – Banyak yang membuat inovasi terbuat dari bahan-bahan alami. Tak terkecuali dari buah yang sangat banyak manfaatnya seperti buah manggis.

Salah satu inovasi kecantikan kali ini dibuat empat apoteker dari Universitas Katolik Widya Mandala (UWM) Pakuwon City, Surabaya. Mereka meracik kulit manggis menjadi tablet salut enterik tetapi berbentuk pil.

Hendrik Agusta Setiawan, salah satu apoteker, menyebutkan, tablet itu bisa untuk semua usia. Walaupun belum sampai tahap distribusi, inovasi ini sudah lolos uji efektivitas di laboratorium.

Hendrik mengatakan, obat kecantikan ini memanfaatkan bahan yang mudah didapat.

“Buah manggis banyak sekali manfaatnya. Petani manggis juga merasa kebanjiran panen sampai buahnya banyak yang busuk. Nah untuk mengurangi limbah manggis, kami manfaatkan jadi bahan yang bermanfaat,” ujar mahasiswa lulusan Fakultas Farmasi UWM ketika mendemokan proses pembuatan obat itu di laboratorium Farmasetika, Fakultas Farmasi lantai 5 UWM.

Keunggulan tablet ini ialah aman untuk lambung. Karena obat ini bisa bertahan dengan baik saat berada di lambung dan bisa diserap oleh usus. Sehingga bisa menyalurkan khasiat keseluruh tubuh. Tablet ini bermanfaat untuk mengencangkan kulit, serta mencegah terjadinya penuaan dini.

Selain obat tablet itu, juga ada masker pell-off. Yakni masker yang berbentuk seperti jelly dan diaplikasikan ke wajah. Mahasiswa apoteker yang membuat inovasi ini ialah Yuvita R Devi. Ia membuat inovasi ini karena hal yang sama yakni buah manggis yang banyak manfaatnya.

Ia juga mempraktekkan proses pembuatan hingga proses uji coba. “Kulit manggis yang banyak manfaatnya ini bisa dijadikan masker. Selain aman untuk kulit, juga buahnya enak. Jadi untuk memanfaatkan bahan yang sudah ada. Karena bahan dari buah-buah tropis seperti manggis ini lebih bagus digunakan untuk produk perawatan dari pada produk teknologi,” ungkap Yuvita.

Masker ini sama manfaatnya dengan tablet salut enterik. Karena merupakan inovasi yang dibuat khusus untuk perawatan. Pembimbing pembuatan produk, Farida Lanawati Darsono, MSc mengatakan, untuk membuat suatu inovasi tidak harus dari bahan-bahan yang mahal.

“Kami manfaatkan saja bahan-bahan alami terutama buah-buahan yang sudah teruji khasiatnya. Yakni buah manggis,” ujarnya.

Ia menambahkan, produk kecantikan yang dijual dipasaran yang belum tentu jelas produknya membuatnya merasa sangat disayangkan. Oleh karena itu, ia yang juga dosen Formulasi Kosmetik ini sangat mendukung siswanya yang membuat produk kosmetik dari bahan-bahan alami.

Produk ini juga bisa memotivasi semua kalangan agar pandai untuk memanfaatkan limbah yang bisa digunakan untuk bahan baku inovasi. (Tribun Jabar)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *