Ketua PBNU Sebut Kinerja Tim Ekonomi Jokowi Perlu Dievaluasi

JAKARTA – Kinerja tim ekonomi Presiden Joko Widodo kurang memuaskan menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siraj. Ia menilai jika presiden hendak melakukan evaluasi terhadap para pebantunya, hal tersebut juga harus dilakukan terhadap tim ekonomi.

Kepada wartawan di kantor PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2015), Said Aqil Siraj menyebut indikator dari kinerja tim ekonomi Presiden yang kurang maksimal, adalah kondisi perekonomian Indonesia yang terus memburuk, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

“Dollar (nilai tukarnya sampai) tiga belas ribu (rupiah) lebih, ini (harga) bensin mau naik, listrik naik, daya beli (masyarakat) turun,” katanya.

Apakah tim eknomoi Presiden perlu dievaluasi ? Menurut Ketua PBNU hal itu sepenuhnya adalah kewenangan Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara, ia mengaku tidak bisa menyarankan.

Sedangkan soal siapa yang menurutnya harus dievaluasi di antara Menteri Kordinator Perekonomian, Sofyan Djalil atau Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro maupun Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, ia juga tidak mau menjawabnya.

“Ya itu presiden lah (yang menjelaskan), bukan saya yang ngomong,” terangnya.

Namun demikian selama Presiden Joko Widodo memimpin, Indonesia mengalami kemajuan di bidang penegakan hukum, terutama soal pemberantasan narkotika. Ia mengaku mengapresiasi hal itu, dan berharap kinerja baik tersebut dipertahankan. (Tribunjabar.co.id)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *