Kejari Cianjur Tahan Paksa Kepsek MTs

CIANJUR – Moh Dede Kamaludin, pegawai negeri sipil (PNS) berusia 50 tahun hanya bisa berjalan tertunduk saat digiring dari ruang penyidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur menuju mobil Xenia Hitam yang akan membawanya ke Lapas Cianjur, Kamis (4/6) malam.
Warga jalan KH Hasyim Asy’ari, Kelurahan Solok Pandan Kecamatan Cianjur, Cianjur itu harus menjalani penahanan paksa oleh Kejari, setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 310 juta dari total anggaran senilai Rp 4,5 Milyar. Dede diperiksa kurang lebih sembilan jam, sejak pukul 10.00 hingga 19.00.
Dede tidak banyak bicara, dia mengaku akan mengikuti proses hukum. “Ini sedang pemeriksaan,” ujarnya sambil menutupi wajahnya dan bergegas menuju mobil.
Diketahui, Kepala Sekolah aktif sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Tanggeung, Cianjur itu telah melakukan penyimpangan dalam proyek pembangunan ruang belajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacet Cianjur tahun anggaran 2011. Ketika kasus ini terjadi, Dede masih berstatus sebagai Kepala Sekolah MAN tersebut.
“Ini bukan penangkapan, tapi tadi (kemarin malam, Red) dilaksanakan pemeriksaan terhadap Dede yang statusnya sebagai tersangka. Sebelumnya, dalam kasus ini, dua orang sudah kami tahan, yakni Pupu dan Ir Yudi sebagai pemborong. Sementara Dede sendiri bertingkah sebagai kuasa pengguna anggaran,” ujar Kajari Cianjur, Wahyudi kepada Tribun di Kejari Cianjur usai Dede diantarkan. (Tribunjabar.co.id)

Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *