Kapolri Janji Tuntas Sepekan Kasus Pembakaran Mapolres Limun

SAROLANGUN – Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti turun langsung. Dia melihat tempat kejadian perkara (TKP) pembakaran Mapolsek Limun dan rumah dinas Kapolsek Limun, Sarolangan, Jambi, AKP Pujiarso oleh warga Pulau Aro Selasa (28/4).

Badrodin tiba di Kecamatan Limun sekitar pukul 07.15 WIB dengan menggunakan helikopter Polda Jambi. Jadwal tersebut mundur dari yang direncanakan.

Sebelumnya, dia dijadwalkan mendarat di Lapangan Gunung Kembang, Pemkab Sarolangun, pukul 06.30 WIB. Karena embun cukup tebal, pilot helikopter yang membawa Badrodin memutuskan untuk mendarat darurat di lapangan Desa Pelawan, sekitar 2 kilometer dari lokasi semula.

Badrodin sangat menyayangkan terjadinya pembakaran Polsek Limun. Menurut dia, tentu ada faktor penyebab atas terjadinya peristiwa itu. Dia mengindikasikan ada komunikasi yang tidak jalan antara masyarakat dan polisi. ’’Bisa komunikasi Polsek Limun dan masyarakat. Bisa juga faktor masyarakat yang kecewa kepada polisi,’’ ucapnya.

Dia mengingatkan supaya peristiwa pembakaran Polsek Limun tidak terulang lagi. Dia pun meminta polisi di wilayah itu memperbaiki komunikasi dengan masyarakat. ’’Peristiwa ini terjadi karena kurangnya komunikasi antara pihak Polri dan masyarakat,’’ ucapnya.

Lelaki dengan bintang empat di pundak tersebut berjanji menuntaskan kasus pembakaran polsek itu secepatnya, kurang dari sepekan. Dia meminta pemerintah daerah menyerahkan proses tersebut kepada tim investigasi yang dipimpin Brigjen Pol Ricardo Hutauruk. Hasilnya, siapa pun yang bersalah nanti diproses sesuai dengan ketentuan hukum.

Sebanyak 51 pelaku pembakaran telah menyerahkan diri. Saat ini mereka diperiksa. Lebih dari 100 orang diperiksa di polres. Kapolri menambahkan bahwa saat ini pelayanan polsek tidak terganggu. Aktivitas polsek berjalan seperti biasa dengan menggunakan gedung kelurahan.

’’Untuk pembangunan mapolsek yang rusak, bupati akan merenovasi bangunan yang terbakar,’’ ujar Kapolri.

Sementara itu, anggota polisi yang terlibat telah diperiksa. Saat ini empat polisi yang diduga terlibat penembakan telah diperiksa. Empat orang tersebut berasal dari Satuan Reskrim Polsek Limun.

Pembakaran Mapolsek Limun oleh masyarakat dipicu meninggalnya Edwar, 18, warga Pulau Aro, Kecamatan Pelawan, Sarolangun. Dia menderita luka di kepala bagian belakang.

Edwar meninggal setelah ditembak polisi di Limun saat operasi narkoba di wilayah itu Jumat malam (24/4). Kematian Edwar tersebut memicu ratusan warga Pulau Aro menggeruduk Mapolsek Limun hingga membakarnya bersama rumah dinas Kapolsek pada 25 April. (Jawapos.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *