Jika Kongres tanpa Perpecahan, PAN Jadi Model Partai Modern Demokratis

JAKARTA Studi CSIS bekerja sama dengan Cyrus Network menunjukkan Partai Amanat Nasional (PAN) dinilai masih sangat potensial memajukan pandangan politiknya. Hal itu sesuai dengan cita-cita partai yang lahir dari rahim reformasi untuk menjadi partai modern dan demokratis.

Penilaian itu berasal dari sisi profil ketua-ketua PAN di daerah yang diisi oleh kader berusia di bawah 50 tahun. Menurut temuan CSIS, PAN masih bisa menjaga identitas sebagai partai yang digerakkan oleh kader-kader muda.

”Dengan profil seperti ini, PAN potensial memajukan pandangan politik, lepas dari kecenderungan oligarkis partai-partai lain yang didominasi keluarga elite politik partainya, mengikuti perkembangan zaman yang bergerak cepat, serta anak muda masih banyak yang meninggalkan poligami,” jelas peneliti CSIS Philips J. Vermonte di kantor CSIS, Jakarta, Kamis (26/2).

Ketatnya persaingan antara Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan untuk menjadi ketua umum PAN, menjadi penanda bahwa PAN masih berkomitmen memperkuat demokrasi internal partai. Selain itu menghindarkan diri dari politik aklamasi yang melanda banyak partai politik lain sehingga meniadakan peluang kader-kader terbaik untuk bertarung secara sehat dalam pemilihan internal partai.

”PAN bisa menjadi model bagi partai lain yang modern dan demokratis bila kongres nanti berjalan baik dan tidak mengalami perpecahan,” ungkap Philips. (Jawapos.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *