Jelang Puasa dan Lebaran, Inflasi Mei Lebih Tinggi

JAKARTA Kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan dan Lebaran seperti menjadi kelaziman. Hal itu akan berimbas pada potensi terjadinya inflasi pada Mei hingga Juli.

Gubernur Bank Indonesia (BI) ‎Agus D.W Martowardojo mengatakan, masyarakat perlu waspada dengan kondisi tersebut. terutama, pada beberapa komoditas, seperti beras, cabai, bawang, daging sapi, dan daging ayam.

“Bawang merah, cabai merah, ayam, telur ayam, daging sapi, itu mesti kita persiapkan menjelang bulan puasa,” ujar Agus.

Bank Indonesia memperkirakan, inflasi pada Mei 2015 akan sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,36 persen (month to month/mtm) atau 6,79 persen (year to year/yoy). Agus memperkirakan, pada akhir kuartal kedua tahun ini, inflasi berada di 7,4 persen. Lalu, di akhir kuartal ketiga sebesar 7,3 persen dan akhir tahun masuk ke 4,2 persen.

“Dengan adanya Rakornas TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) yang langsung dipimpin presiden, arahan presiden dan pemda makin optimis, inflasi ini akan lebih baik dan terkendali,” tutur Agus.

Agus menambahkan, inflasi Mei sebesar 0,36 ‎persen dilihat dari April yang sebenarnya masih bisa deflasi. Namun, karena pada akhir Maret ada kenaikan BBM, terjadi beberapa respons dalam bentuk penyesuaian harga angkutan dalam kota, penyesuaian elpiji 12 kg, dan tarif KA, “Itu membuat inflasi menjadi  0,36 persen,” ungkapnya.

Dalam Rakornas TPID kemarin (27/5), telah disepakati bahwa pemerintah pusat dan daerah perlu bersinergi lebih baik lagi. Akan da perencanaan terhadap harga-harga yang diatur pemerintah. Dengan demikian, nantinya tidak terlalu menekan inflasi. (Jawapos.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *