Gagal, Selundupkan Ganja ke Lapas Banceuy

BANDUNG – Seorang ibu, Neneng Siti Juariah (44) hampir saja berhasil mengelabui petugas Lapas Banceuy, setelah akan memberikan beberapa paket ganja yang terbungkus kopi instant.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Banceuy, Dendi Rustam menyatakan bahwa kecurigaan petugas bermula saat melihat bungkus kopi yang diantarkan oleh Neneng ke Iyan Sofyan (47) ditempel oleh selotip.

“Namun petugas curiga, dan akhirnya membawa kopi tersebut untuk diperiksa, dan didalamnya ternyata dari puluhan sachet yang ada di kopi instant tersebut, namun ada 8 sachet yang berisi ganja,” ujarnya saat diwawancarai di Lapas Banceuy, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (17/3/2015).

Kecurigaan petugas ini menurut dia, dikarenakan sachet tersebut dalamnya empuk. “Jadi dicurigai bukan bubuk kopi di dalamnya, dan benar saja ada ganja,” kata dia.

“Neneng ini sudah dua kali berkunjung ke sini. Tapi baru saat ini terungkap. Ganja dimasukkan ke dalam bungkus kopi ini merupakan yang pertama,” katanya.

Dendi juga mengatakan bahwa pengiriman ganja melalui bungkus kopi ini merupakan modus baru yang sebelumnya tidak ada. “Dulu yang sering kan di kemaluan disimpannya, atau bahkan di sayuran, dan lainnya,” ujarnya.

Namun saat ditanya soal berat ganja kering tersebut, pihaknya mengaku belum melakukan penimbangan. Saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dit Res Narkoba Polda Jabar mengenai pengungkapan tersebut.

Sementara itu, Dendi juga menjelaskan bahwa Iyan Sofyan ini menurut pengakuan Neneng, merupakan suami siri dari Neneng, yang sebelumnya ditahan karena kasus serupa.

Oleh karenanya kata Dendi pihaknya akan selalu berusaha meminimalisir penyelundupan dan peredaran narkoba ke dalam Lapas Banceuy.

Sementara itu Neneng mengaku tidak tahu kalau kopi yang dibawanya itu berisi daun ganja kering. Dirinya berangkat dari Purwakarta sekira pukul 08.00 dan sebelum ke Lapas membeli kopi dulu di minimarket

“Yang saya beli hanya kopi. Gak tahu kalau di dalamnya jadi ganja,” ucapnya.

Neneng juga mengaku bahwa saat berangkat dari rumahnya dirinya hanya membawa nasi dan lauk pauk. Saat tiba di terminal, langsung beli kopi di dalam mini market tersebut.

“Saya tahu ganja itu di sini. Tadinya itu kopi. Kenapa jadi ganja. Saya sangat menyesal banget. Apalagi ibu dan anak saya lagi sakit,” ucapnya. (Pikiran-Rakyat.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *