Bus Rombongan Pengantin Kecelakaan

BIREUEN – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas jalan negara Banda Aceh (Aceh)–Medan (Sumatera Utara). Tabrakan beruntun terjadi karena asap hitam menyelimuti kawasan Alu Chueng, Gampong Seuneubok Seumawe, Kecamatan Plimbang, Bireuen, Aceh, Minggu (5/4).

Akibatnya, empat korban meninggal dunia dan puluhan yang lain kritis. Selain itu, seorang anak balita meregang nyawa dalam peristiwa tersebut.

Informasi yang diperoleh Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) menyebutkan, kecelakaan maut itu berawal dari Bus Cendrawasih nopol BL 7386 KJ yang dikemudikan M. Harun, 40, warga Gampong Jaromah, Kecamatan Kutablang, Bireuen, melaju kencang dari timur. Dengan membawa 32 penumpang rombongan pengantin, Harun berusaha mendahului dump truck nopol BL 8465 KJ dari sisi kanan persis di kawasan Seuneubok Seumawe.

Padahal, di jalan itu jarak pandang sangat terbatas gara-gara kepulan asap tebal dari pembakaran jerami. Tanpa disadari, dari arah berlawanan muncul truk tronton yang dikemudikan Mahdi, 55, warga Gampong Ajun, Banda Aceh, dengan kernet Iwan, 30, warga Johan Pahlawan, Aceh Barat. Akibatnya, tabrakan tidak dapat dihindarkan. Dari arah belakang, bus kembali dihantam dump truck pengangkut tanah timbun yang semula disalip. Beberapa penumpang bus terlempar keluar dan sebagian yang lain terjepit di dalam kendaraan nahas tersebut.

Untuk mengevakuasi seluruh korban lakalantas, selain dibantu oleh pengendara yang sedang berada di kawasan itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen mengerahkan puluhan unit ambulans dari sejumlah puskesmas.

Berdasar data yang diperoleh, empat korban tewas dalam insiden itu adalah Nuryani Sulaiman, 55, warga Blang Tarakan, Kecamatan Sawang; Karmadi, 25, warga Alu Kuta; Mutia Hayati, 40 , warga Bayu Utang; serta Krisdian Difa, 3,5, warga Alu Bayu.

Sementara itu, puluhan penumpang bus, sopir truk, dan sopir tronton masih kritis. Para korban yang terluka parah itu dirawat intensif di tiga rumah sakit di Bireuen. Yakni, RSU dr Fauziah, RS Malahayati, dan Bireuen Medical Centre (BMC).

Menurut kernet truk tronton Iwan, kendaraannya melaju di jalur yang benar.

’’Kami berada di lajur kiri. Tiba-tiba dari kepulan asap muncul bus ke arah kami. Karena jaraknya terlalu dekat, kecelakaan tidak dapat dihindarkan lagi,’’ tutur Iwan.

Kasatlantas Polres Bireuen AKP Thomas Purwanto menyatakan, peristiwa tersebut menambah catatan kelam kecelakaan lalu lintas di jalan raya gara-gara kelalaian pengendara. Dia mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa tertib berlalu lintas agar terhindar dari musibah yang tidak diinginkan.

’’Polisi sudah menangani insiden ini. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan,’’ katanya. (Jawapos.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *