Buruh di Purwakarta Tetap Merasa Perlu Adanya Kenaikan Upah

PURWAKARTA – Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Purwakarta menilai upah pekerja di sektor manufaktur di Purwakarta sudah terbilang aman.

Upah buruh di sektor manufaktur saat pertama masuk minimal sudah di angka Rp 3.2 juta. Kemudian, buruh yang sudah bekerja di atas 5 tahun bisa mencapai di atas Rp 4 juta lebih,

“Jadi sebenarnya di Purwakarta untuk sektor manufaktur sudah relatif aman, hanya memang tetap perlu kenaikan upah untuk skala nasional,” ujar Fuad BM, Ketua Konsulat FSPMI Purwakarta, Kamis (30/4).

Hanya memang, kata dia, yang perlu dibenahi itu upah pekerja di sektor garmen dan padat karya lainnya. Saat ini, UMK Purwakarta untuk sektor padat karya mencapai Rp 2,1 juta.

“Itu yang benar-benar perlu dibenahi karena menurut kami upah sektor garmen dan padat karya lainnya di Purwakarta masih relatif kecil,” ujar Fuad.

Pada gelaran May Day 1 Mei, ia mengatakan tidak akan menggelar unjuk rasa di Purwakarta.

“Perayaan terpusatnya akan dilakukan di Jakarta, untuk di Purwakarta nanti 9 Mei digelar Festival Budaya Tatar Sunda – Banyumas,” ujar Fuad. (Tribun Jabar)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *