Badrodin Isyaratkan BG Jadi Wakapolri

JAKARTA – Kontroversi sebulan lebih yang memicu konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)ternyata tidak mengganjal jalan Komjen Budi Gunawan (BG) untuk mendapatkan posisi tinggi di korps Bhayangkara.

Belakangan muncul kekhawatiran di kalangan aktivis antikorupsi, ada upaya mendorong BG menjadi wakil kepala Polri (Wakapolri) mendampingi Badrodin Haiti. Apalagi, mekanisme pemilihan Wakapolri memang diputuskan secara internal.

Wakapolri Komjen Badrodin Haiti menjelaskan, saat ini belum ada niat untuk mengisi kursi yang nanti ditinggalkannya tersebut. ”Belum diketahui siapa yang nanti menjadi Wakapolri. Sebab, itu diputuskan bersama,” ujar calon tunggal Kapolri tersebut.

Namun, lanjut dia, pemilihan Wakapolri dilakukan internal oleh Dewan Jabatan (Wanjab) Mabes Polri. Semuanya nanti dipertimbangkan untuk menjadi Wakapolri. Namun, yang pasti posisi Wakapolri hanya diberikan untuk jenderal bintang tiga senior. ”Itu saja mekanismenya,” ucapnya saat ditemui dalam acara kunjungan akademisi ke petinggi Polri di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Minggu (22/2).

Dari pantauan Jawa Pos, ada sejumlah jenderal bintang tiga di Mabes Polri. Jika diukur berdasar angkatan di Akademi Kepolisian (Akpol), jenderal dengan kategori senior antara lain Irwasum Komjen Dwi Priyatno, Kabaharkam Komjen Putut Bayuseno, Sekretaris Lemhannas Komjen Suhardi Alius, dan Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan. Komjen BG menjadi yang paling potensial ditunjuk sebagai Wakapolri karena memiliki posisi yang kuat lantaran ada dukungan dari partai pemerintah.

Apakah memang ada skenario menjadikan BG Wakapolri? Badrodin enggan menjawab terus terang. Menurut lulusan terbaik Akpol 1982 itu, sejauh ini belum ada pembahasan terkait masalah tersebut. ”Yang jelas, nanti harus ada pembahasan internal semuanya. Lalu keputusan itu juga harus disetujui presiden, ada keputusan presiden (keppres),” ujarnya.

Selain soal posisi Wakapolri, Badrodin mengatakan bahwa sebenarnya saat ini yang penting adalah dirinya tengah mempersiapkan menghadapi uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Ke depan akan disiapkan perbaikan dalam bidang operasional dan pembinaan anggota. ”Fokusnya itu nanti saat bertemu DPR,” tuturnya.

Apakah ada rencana untuk bertemu para ketua umum partai? Mantan Kapolda Jatim dan Sumut tersebut mengaku belum sampai ke tahap itu. Namun, dia menyatakan akan berbicara dengan semua anggota Komisi III DPR. ”Tentunya agar semua bisa lancar,” ucapnya.

Sementara itu, Kabareskrim Komjen Budi Waseso enggan berkomentar soal kemungkinan BG menjadi Wakapolri. Budi menuturkan, soal itu jangan ditanyakan ke dirinya. ”Tanya soal kasus, saya jawab. Kalau soal itu saya tidak tahu,” katanya.

Pada bagian lain, Ketua Tim 9 Imam Prasodjo mengatakan, jika BG dipilih sebagai Wakapolri, perpanjangan konflik KPK-Polri bisa muncul lagi. ”Kalau begitu, jangan lah,” ujarnya di sela-sela pertemuan antara wakil akademisi dan Wakapolri Komjen Badrodin Haiti.

Imam menyarankan agar Polri mengedepankan etika dan hukum yang ada. Sehingga seharusnya biarkan BG lebih berkonsentrasi menghadapi semua permasalahan yang ada. ”Etikanya, seharusnya mundur dulu,” tuturnya.

Imam juga mengingatkan Presiden Jokowi agar tidak memiliki niat memosisikan BG sebagai Wakapolri. Sebab, kalau hal tersebut terjadi, akan menjadi benar dugaan bahwa presiden memang berhubungan erat dengan pelemahan KPK. ”Tentunya ini bukan pilihan yang terbaik,” tegasnya. (Jawapos.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *