Aksi Mogok Bus Transjakarta Berlanjut

JAKPUS – Mogok kerja sopir sejumlah bus di bawah naungan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berlanjut. Dampaknya, banyak pengguna busway yang kecewa. Mereka telantar berjam-jam untuk mendapatkan layanan angkutan umum di bawah pengelolaan BUMD Pemprov DKI itu.

Nani Aprilia, warga Jatinegara, mengaku sangat kecewa dengan pelayanan bus Transjakarta selama dua hari ini. Senin (1/6), misalnya. Banyak penumpang lain yang harus menunggu hingga dua jam di halte. ’’Saya masuk halte pukul 18.00, eh baru bisa naik pukul 20.00. Kan kelewatan banget,’’ ujar karyawan toko di Pasar Baru saat ditemui di Halte Pasar Baru kemarin (2/6).

Menurut dia, keterlambatan bus di Halte Pasar Baru sangat mengganggu aktivitasnya. Nani pun terpaksa berangkat kerja lebih cepat. Selain itu, jam pulang semakin larut. Biasanya, perjalanan menuju halte PGC ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam. Kini, waktunya semakin tidak pasti karena terlalu lama menunggu di halte. ’’Waduh, sampai rumah juga nggakpasti,’’ katanya.

Bagi Nani, masalah internal operator seharusnya tidak berimbas pada layanan masyarakat. Artinya, pihak manajemen harus bisa mengantisipasi. ’’Kalau begini, masyarakat yang dirugikan,’’ ungkapnya kesal.

Alosius Wawo, penjaga Halte Pasar Baru, membenarkan adanya gangguan perjalanan. Biasanya, untuk koridor V, ada 30 bus gandeng dan single yang beroperasi melayani rute hingga halte akhir di PGC. Namun, setengah dari bus tidak beroperasi lantaran angkutan operator mogok kerja.

’’Supaya nggak terlalu numpuk, bus gandeng milik PT Transjakarta dari koridor I yang mau isi BBG di Pinang Ranti wajib mengangkut penumpang di halte sini. Biasanya kan nggak,’’ ujarnya.

Alosius mengungkapkan, bantuan bus dari koridor I itu pun mengurangi waktu tunggu penumpang di halte depan Kantor Pos Pusat tersebut. Kini, lama waktu tunggu penumpang turun menjadi satu jam. Meski demikian, penurunan tersebut masih sangat jauh dari headway normal, yakni 15 menit. ’’Paling nggak, penumpukan tidak terlalu banyak,’’ katanya.

Berdasar informasi, mogok kerja para sopir Transjakarta dari operator Jakarta Mega Trans (JMT) itu dipicu masalah kesejahteraan. Mereka menuntut kenaikan gaji. Saat ini, para sopir hanya menerima gaji setara upah minimum provinsi (UMP) DKI, yakni Rp 2,7 juta per bulan. Padahal, sopir dari operator lain disebut-sebut sudah mendapat gaji dua hingga tiga kali lipat UMP.

Dirut PT Transjakarta Steve Kosasih mengungkapkan, meski pihaknya telah mengirimkan armada lain ke koridor V dan VII, aksi tersebut tetap mengganggu pelayanan. Dia menegaskan, pihaknya akan memberikan teguran dan sanksi berat berupa denda kepada operator JMT. ’’Selain tidak dibayar karena tidak beroperasi, kami juga kenakan denda,’’ ujarnya.

Opretaor JMT, lanjut Kosasih, telah melanggar kontrak yang disepakati. Karena itu, pihaknya telah memperingatkan JMT agar segera membereskan permasalahan internal selambat-lambatnya hari ini. ’’Mereka berjanji kembali beroperasi besok,’’ katanya.

Untuk mengantisipasi aksi terulang, PT Transjakarta akan menerapkan aturan dan sanksi yang lebih ketat kepada operator. Selain denda agar jera, pihaknya bakal menerapkan sistem scoring bagi seluruh operator. Tujuannya, menentukan operator yang mendapat alokasi lebih dalam melayani penumpang.

Menanggapi itu, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menerangkan, para sopir harus bersabar. Sebab, bus-bus baru yang akan melayani buswaydatang pada Juli. Saat ini, memang masih ada beberapa koridor yang terpaksa menggunakan kontrak lama. Gaji sopir pun kecil lantaran yang dioperasikan adalah bus jelek. ’’Sepuluh tahun ini punya kesalahan, busnggak cukup. Beli busnya yang jelek terus. Karena kondisi itu, bus-bus tidak bisa mencapai target,’’ katanya.

Namun, mantan bupati Belitung Timur tersebut memastikan bahwa operator lain dengan kontrak baru sudah menerapkan upah sopir yang lebih layak. ’’Makanya, kalau kontrak yang baru, kami paksa Rp 2,5 juta–Rp 3,5 juta,’’ ujarnya. (jawapos.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *