Ahok : Anggaran Dinas Pendidikan dan Dinas Olahraga Paling Aneh

JAKARTA – Program pembangunan pemprov DKI Jakarta tahun ini tidak utuh. Beberapa program dibatalkan karena, anggarannya tidak masuk akal. Antara lain, rencana program pembangunan gelanggang olahraga (GOR) di Kecamatan Pancoran dalam RAPBD 2015.

Ini setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencoret proyek itu. “Pokoknya Dinas Pendidikan sama Dinas Olahraga dan Pemuda paling banyak anggaran aneh-aneh,” kata Ahok usai meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Sungai Bambu (RPTRA) di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara (13/5).

Anggaran pembangunan GOR Pancoran menelan biaya Rp 48 miliar. Padahal, GOR itu cuma dibangun di lahan 3 ribu meter persegi. Ketika, Ahok bertanya kepada SKPD terkait, mereka mengaku menyerahkan seluruh urusan rancang bangun kepada konsultan proyek.

Meskipun, proyek belum selesai dikerjakan, tapi konsultan telah dibayar lunas Disana letak kecurigaan Ahok, ada main antara SKPD dan konsultan. Sebab, anggaran pembangunan GOR berskala internasional pun tidak mencapai Rp 48 miliar. ”Bisa ada temuan lagi dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang menyatakan gedung ini tak sempurna,” ucapnya.

“Sebenarnya, Jakarta kalau pakai uang benar, seluruh fasilitas disini bisa berskala internasional dan jatuh harganya lebih murah,” cetusnya.

Sedangkan, anggaran Dinas Pendidikan, pemprov menyoroti pengadaanuninterruptible power supply (UPS), e-SMS, filling cabinet, alat fitness, dan lain-lain yang juga tidak masuk akal. (Jawapos.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *