242 Rumah di Cipelah Terancam Pergerakan Tanah

SOREANG – Enam kampung di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung terkena pergerakan tanah. Sebanyak 242 rumah warga yang dihuni 834 jiwa di daerah tersebut terancam. Selain itu, pergerakan tanah juga mengancam fasilitas publik, seperti sekolah, masjid, dan jalan raya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung menunjukkan, ratusan rumah yang terancam tersebut yaitu 210 rumah di Kampung Lemahneundeut, Giriluyu, dan Cisabuk. Selain itu, SDN Cisabuk dan satu masjid di Kampung Cisabuk mengalami retakan akibat pergerakan tanah.

Di Kampung Pasirmuncang, RT 04/04, pergerakan tanah mengancam tanggul sepanjang 70 meter dan sembilan rumah yang dihuni 40 jiwa. Sementara di Kampung Babakanbanjaran RT 02/03, sebanyak 15 rumah yang dihuni 60 jiwa dan tujuh rumah yang dihuni 32 jiwa juga terancam pergerakan tanah.

Enah (45), warga Kampung Cisabuk, Desa Cipelah mengungkapkan, pergeseran tanah sudah berlangsung lama. Retakan di dinding-dinding rumahnya, menurut dia, sudah terjadi sejak 2000 lalu.

“Setiap tahun, selalu ada retakan di dinding dan lantai. Bahkan, pintu rumah pun jadi susah ditutup karena kusen pintu jadi miring,” katanya di Cipelah, Rabu (18/2/2015).

Setiap tahun, Enah mengaku terus memperbaiki kerusakan di rumahnya. Beberapa kerusakan dapat diperbaiki, sementara kerusakan lainnya ia biarkan lantaran tak punya uang untuk renovasi.

Kondisi yang sama juga dialami sejumlah warga lainnya di kampung tersebut. Tak hanya rumah permanen, rumah-rumah panggung juga mengalami pergeseran akibat pergerakan tanah.

Meski sudah terbiasa dengan kondisi itu, Enah mengaku khawatir rumahnya ambles jika pergerakan tanah terus terjadi. Oleh karena itu, dia pun meminta agar Pemkab Bandung merelokasi warga yang terancam pergerakan tanah.

“Kalau memang ada lahannya, saya mau saja pindah. Soalnya, tinggal di sini juga takut kenapa-kenapa,” tuturnya. (Pikiran-rakyat.com)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *