Menjelang Lebaran, Bank BJB Siapkan Rp 15,1 T untuk Kebutuhan Uang Tunai

Menjelang lebaran Idul Fitri 2021, Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) memproyeksikan kebutuhan uang tunai sebesar Rp 15,1 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan operasional dan ketersediaan dana ATM di seluruh jaringan kantor bank BJB di 14 Provinsi di Indonesia.

Lebih rinci lagi, sebesar Rp 9,3 triliun akan dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan operasional. Sementara Rp 5,8 triliun lainnya dialokasikan untuk ketersediaan dana di ATM.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank BJB Widi Hartoto mengatakan persiapan dana pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2021 tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap tren kebutuhan uang di kalangan masyarakat. Pasalnya, kebutuhan uang selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya menjelang Idul Fitri.

Dia mengatakan, jumlah dana yang disalurkan telah disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan selama periode Ramadan dan Hari Raya. Diperkirakan, volume transaksi melalui ATM bank BJB maupun pengambilan uang tunai di jaringan kantor bank bjb akan meningkat di periode tersebut.

“Bank BJB telah mempersiapkan dana likuiditas yang dapat dicairkan untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat selama sepanjang Ramadan dan pada saat Idul Fitri 2021. Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat,” ungkap Widi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4/2021).

Widi memaparkan, penyediaan dana likuiditas ini juga bertujuan untuk menunjang kebutuhan keuangan daerah, termasuk sebagai stimulus di tengah situasi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Layanan penukaran uang (termasuk UPK 75 Tahun RI) pun masih dilakukan dengan pelaksanaan standar protokol kesehatan secara ketat.

Masyarakat pun didorong untuk menggunakan layanan non operasional kantor melalui e-channel seperti bjb ATM, bjb EDC, bjb DigiCash, bjb Digi (bjb Mobile, bjb NET, bjb SMS). Dengan begitu, kontak fisik akan terhindari. Layanan perbankan yang dapat diakses lewat e-channel bank bjb meliputi pengecekan saldo, transfer uang, pembayaran air, telepon, kartu kredit, televisi berlangganan, internet, isi ulang pulsa dan lainnya.

“Layanan ini memberikan kenyamanan dan keamanan kepada nasabah untuk melakukan transaksi di masa pandemi COVID-19. Kami juga mengimbau kepada nasabah yang menggunakan layanan e-channel untuk senantiasa waspada terhadap modus-modus penipuan dan jangan pernah memberikan data-data seperti nomor PIN, CVV dan OTP kepada siapapun,” ujar Widi menambahkan.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat berhati-hati terkait segala bentuk upaya penipuan. “Masyarakat agar dapat berhati-hati terkait segala upaya penipuan yang mengatasnamakan bank bjb. Seluruh bentuk informasi seputar promo, produk dan layanan, program maupun informasi lainnya akan diinformasikan secara resmi pada channel komunikasi resmi bank BJB,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: