Warga Bandung Barat yang Terkena PHK Didorong Jadi Petani

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah mengarahkan warganya yang terkena PHK atau dirumahkan imbas pandemi COVID-19 untuk menjadi petani. Pemkab menyiapkan lahan agar bisa digarap warga.

“Kita sedang mendata ada berapa luas lahan milik pemerintah yang bisa digunakan untuk digarap masyarakat yang terkena PHK dan menganggur,” ujar Bupati Bandung Barat Aa Umbara.

Ia menjelaskan, masyarakat yang terkena PHK diarahkan menggarap lahan tidur milik pemerintah ditopang dengan pendampingan pelatihan kerja menjadi petani mandiri.

“Prioritasnya masyarakat yang terkena PHK karena banyak perusahaan yang memutuskan merumahkan karyawan atau bahkan PHK selama pandemi COVID-19. Ini bagian dari program pemulihan ekonomi masyarakat,” ucap dia.

Program ini sudah dibahas secara lisan dengan Gubernur Jawa Barat. Sinkronisasi program pun akan melibatkan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Kementerian Tenaga Kerja, dan pemerintah pusat.

“Prinsipnya lahan tidur yang dimiliki pemda menjadi laboratorium pertanian sekaligus lahan garapan bagi warga terdampak ekonomi. Outputnya menciptakan petani baru,” ujar dia.

Menurut catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, selama pandemi COVID-19 ada sekitar 5.773 buruh di KBB diberhentikan.

Kepala Disnakertrans KBB Iing Solihin menyebutkan jika kebanyakan perusahaan yang melakukan PHK merupakan perusahaan industri tekstil atau pabrik yang saat ini kelimpungan mencari pemasukan untuk membayar gaji pegawai karena menurunnya omzet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: