Sampah KBB 1.000 Ton per Hari

Penerapan peraturan daerah terkait pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini masih menunggu peraturan bupati. Selain itu, sosialisasi perda tersebut terhadap masyarakat luas juga belum dilakukan lantaran terkendala pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB Apung Hadiat Purwoko menyebutkan, perda pengelolaan sampah tersebut diantaranya mengatur soal sanksi yang bakal diterapkan bagi warga yang membuang sampah sembarangan. “Ada sanksi administratif, nominalnya sekitar Rp 500.000, bergantung pada jenis pelanggarannya,” ungkap Apung.

Perda sampah tersebut dibuat dengan mengacu pada undang-undang, di mana pengelolaan sampah dan retribusi harus terpisah. Sebelumnya, kedua hal tersebut diatur dalam satu perda. Dengan begitu, perda pengelolaan sampah, aturan yang ditetapkan menjadi lebih jelas dan fokus.

Namun, saat ini masih belum tersosialisasikan kepada masyarakat lantaran terdampak pandemi. “Selain karena adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, sosialisasi juga terkendala social dan physical distancing, sehingga belum bisa dilakukan secara masif kepada masyarakat,” ucapnya.

Namun, sosialisasi bisa segera dilakukan memasuki babak New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Dengan demikian, penerapan perda bisa segera dilaksanakan seiring dengan turunnya peraturan bupati nanti.

Penerapan sanksi bagi pembuang sampah sembarangan tentunya membutuhkan sejumlah pengawas di lapangan. Hal ini membutuhkan koordinasi dengan pihak lain, termasuk dengan aparat pemerintah desa dan kecamatan setempat.

Berbagai sosialisasi dan penyuluhan mengenai pengolahan sampah sudah sering dilakukan. Mulai dari cara memilah sampah hingga mengolahnya menjadi barang yang bernilai ekonomis. Namun, sedikit sekali yang menjalankannya.

Hal inu terlihat dari banyaknya permintaan pengangkutan sampah yang diterima UPT Kebersihan. Tak hanya itu, terus munculnya titik-titik pembuangan sampah liar di pinggir jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: