Pasis Seskoad 2020,Masing-masing Daerah Harus Dinyatakan Bebas Corona oleh Satgas Covid-19

Di masa kenormalan yang baru ini membuat pendidikan reguler (Dikreg) ke-59 di Seskoad berbeda dari biasanya.

Para perwira siswa (Pasis) berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang dikhawatirkan menjadi daerah zona merah penyebaran Covid-19.

“Karenanya sebelum datang ke Seskoad, masing-masing daerah yang mengirimkan para pasis harus memeriksa kondisi kesehatan para pasis tersebut. Nantinya para Satgas Covid-19 di kodam-kodam akan memeriksa langsung para pasis agar saat datang ke sini sudah dipastikan bebas Covid-19,” ujar Danseskoad Mayor Jenderal TNI, Kurnia Dewantara seusai membuka Dikreg ke-59 Seskoad di Mako Seskoad, di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung.

Pembukaan Dikreg ke-59 Seskoad ini terdapat perbe‎daan yang unik dibanding tahun sebelumnya.

Tak hanya terdapat pasis dari luar negeri seperti biasanya namun pada tahun ini ada dua pasis yang berasal dari anggota Polri.

Pada pembukaan Dikreg ke-59 Seskoad ini pun terdapat perbe‎daan yang unik dibanding tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, terdapat pasis dari luar negeri seperti biasanya namun pada tahun ini ada dua pasis yang berasal dari anggota Polri.

Kurnia menyatakan akibat dari pandemi virus Covid-19 ini ada 3 orang pasis luar negeri yang mengundurkan diri. “Jadi hanya tersisa dua orang, satu orang berasal dari Arab Saudi dan satunya lagi berasal dari Srilangka yang sebelumnya sudah dikarantina,” ungkapnya.

Pasis luar negeri ini pun lanjut Kurnia sudah tinggal di Indonesia selama setahun terakhir untuk mempelajari bahasa dan antropologi Indonesia. “Mereka pun sudah bersertifikat sehat dan dipastikan terbebas dari Covid-19 sehingga bisa mengikuti pendidikan di Seskoad,” jelasnya.

Di awal pendidikan reguler ini pun kata Kurnia, para pasis akan melaksanakan kegiatan belajar di masing-masing satuannya terlebih dahulu secara daring.

Tahun ini, Kurnia menambahkan, berbeda pula dengan tahun sebelumnya dalam hal angkatan. Ini dikarenakan pada tahun ini masih ada angkatan sebelumnya yang masih melaksanakan proses pendidikan. “Angkatan 58 masih belajar di sini, dan baru akan selesai 23 Juni mendatang,” ujarnya.

“Diharapkan dengan evaluasi tersebut para pasis ini bisa melakukan eksploitasi diri masing-masing. Apa kelebihan dan kekurangannya yang harus ditambah dan ditingkatkan agar mereka bisa menjadi pimpinan-pimpinan yang baik di masa datang,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: