Jabar Selesaikan Kemas 946 Ribu Bansos

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) hingga kini terus berupaya dalam menyelesaikan penyaluran tahap pertama bantuan sosial (bansos) tunai dan pangan kepada Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS), baik warga di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang rutin tercatat oleh pemerintah sebagai ekonomi bawah maupun non DTKS yakni miskin baru atau warga terdampak dari pandemi Covid-19.

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar saat ini tengah mengedepankan transparansi penyaluran bansos dengan meluncurkan fitur baru di aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat) yaitu SOLIDARITAS (Sistem Online Data Penerima Bantuan Sosial).

Melalui SOLIDARITAS, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, pihaknya pun telah berkomitmen dalam transparan dan akuntabel dalam melaksanakan tugas penanggulangan Covid-19, termasuk dalam bansos.

“Sekarang ada fitur SOLIDARITAS (yaitu) Sistem Online Data Penerima Bantuan Sosial. Di situ masyarakat bisa mengetahui apakah dia masuk sebagai salah satu penerima bansos gubernur,” ujar Daud saat konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar di Gudang Bulog Gedebage, Kota Bandung.

“Atau masyarakat bisa cek seandainya data SOLIDARITAS itu ada masyarakat yang kira-kira tidak layak menerima (karena mampu), silakan laporkan, bantu kami menemukan data-data seperti itu,” terangnya.

Mengenai bansos, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Divre Jabar Lilik Nurcholiq menuturkan pihaknya hingga saat ini sudah mengemas 946 ribu bansos pangan dari target 1,4 juta KRTS non DTKS.

Ia menambahkan, berbagai produk dalam bansos pangan provinsi mulai dari beras, mi instan, terigu hingga gula, disuplai dari petani/produsen di Jabar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: