PSBB Kembali Diperpanjang, Mal di Kota Bandung Belum Bisa Beroperasi

Kota Bandung saat ini menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kali ini diterapkan secara proporsional.

Yakni pada PSBB kali ini, tempat ibadah, toko mandiri, perkantoran dan restoran bisa beroperasi dengan catatan hanya bisa diisi oleh 30 persen dari kuota maksimal.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial menyebut, saat ini hanya empat sektor itu. Oded juga memastikan, mal-mal di Kota Bandung dan pusat perbelanjaan yang berupa kawasan masih belum diizinkan untuk beroperasi.

Ia memberlakukan relaksasi pada empat sektor tersebut lantaran dinilai memiliki tingkat risiko penularan Covid-19 yang rendah. Sehingga, secara bertahap diberikan kelonggaran untuk beroperasi.

Tetapi, Oded menilai, jika pusat perbelanjaan masih memiliki risiko penularan yang tinggi lantaran berpotensi menimbulkan kerumunan.

Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Jawa Barat sebelumnya sudah meminta Pemerintah Kota Bandung untuk memberikan relaksasi terhadap 22 mal di Kota Bandung agar bisa beroperasi.

Dengan diterapkannya PSBB tahap empat ini mal-mal dipastikan belum bisa beroperasi sesuai dengan permintaan APPBI Jawa Barat, yakni 30 Mei 2020.

Sedangkan, relaksasi pada sektor keagamaan, menurut Oded tempat ibadah pun juga diberlakukan sama, hanya diperbolehkan diisi oleh 30 persen dari jumlah kapasitas maksimal tempat ibadah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: