MUI Imbau Warga Kabupaten Bandung Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung telah mengimbau pada warga Bandung melaksanakan salat Idul Fitri di rumah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang lebih merinci desa yang termasuk zona merah di Kabupaten Bandung.

Kadis Infokom MUI Kabupaten Bandung Aam Muamar menyebutkan jika pihaknya mengikuti fatwa yang disampaikan MUI Pusat. Fatwa tersebut tercantum dalam Fatwa MUI Pusat Nomor 28 Tahun 2020 tentang Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri di Masa COVID-19.

Untuk yang melaksanakan salat id berjemaah, baik di lapangan atau masjid, MUI Kabupaten Bandung meminta warga tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sedangkan kepada orang yang berstatus pasien Corona, sakit dan pemudik, melaksanakan salat Idul Fitri di rumah.

Sementata untuk daerah yang tak diizinkan menyelenggarakan salat id berjamaah di lapangan atau masjid. Sebaiknya warga tak memaksakan diri dan tetap salat Idul Fitri di rumah.

MUI juga meminta Gugus Tugas Kabupaten Bandung memetakan zona merah penyebaran virus Corona hingga ke tingkat desa. Pasalnya, menurut data yang ditampilkan situs resmi covid19.bandungkab.go.id, hanya menginformasikan jumlah per kecamatan.

Per tanggal 15 Mei 2020, dari 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung, hanya ada empat kecamatan yang nol kasus atau belum ada kasus Corona. Empat kecamatan itu ialah Ibun, Nagreg, Rancabali dan Ciwidey.

Sementara, kecamatan yang terkonfirmasi terjadi kasus positif virus Corona terjadi pada 18 kecamatan. Margaasih menjadi kecamatan dengan angka kasus positif terbanyak yakni 15 pasien positif yang terdiri 13 orang masih dalam perawatan dan 2 orang sembuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: