Jelang Akhir Bulan Ramadhan, BBPOM Temukan Pangan Mengandung Bahan Berbahaya di Baleendah

Menjelang akhir bulan Ramadhan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan telah melakukan sidak ke Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung. BBPOM pun menemukan beberapa makanan yang positif mengandung bahan kimia berbahaya.

Kepala BBPOM Bandung, Hardaningsih menyebut sidak ke pasar tradisional ini merupakan yang pertama di tahun ini. Pasalnya, sebelumnya fokus pada makanan siap saji di beberapa toko retail dan super market.

Pihak BPPOM mengambil beberapa sampel makanan yang dijual di Pasar Baleendah. Makanan yang ambil sampel di antaranya terasi, ikan asin, cumi, udang rebon, baso dan baso goreng.

Tim membawa 35 sampel makanan. Usai dilakukan test, sekitar 13 sampel menunjukkan positif menggunakan bahan kimia berbahaya.

Pihaknya juga mengambil beberapa sampel makanan yang dijual di Pasar Baleendah. Makanan yang ambil sampel di antaranya terasi, ikan asin, cumi, udang rebon, baso dan baso goreng.

Tim membawa 35 sampel makanan. Setelah dilakukan test, sekitar 13 sampel menunjukkan positif menggunakan bahan kimia berbahaya.

Dari 13 sampel tersebut 2 mengandung formalin, 4 mengandung boraks, dan 6 mengandung rodamin B atau pewarna tekstil dan 1 yang mengandung rodamin B dan formalin.

BPPOM akan melakukan koordinasi dengan pihak pemerintahan dari Kabupaten Bandung. Di mana pedagang harus mengetahui bahwa barang yang dijualnya mengandung bahan berbahaya.

BPPOM juga telah melakukan pengecekan di beberapa toko retail dan penjual parcel. Parcel menjadi perhatian BPPOM karena sering menjadi hadiah atau incaran ketika memasuki lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: