Kabupaten Bandung Siapkan 6 Pembatasan yang Wajib Diikuti Warga

Pengajuan PSBB Bandung Raya disetujui oleh menteri kesehatan, pada Jumat (17/4/2020). Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bandung menyiapkan beberapa pembatasan ketika PSBB berlangsung.

PSBB Bandung Raya diikuti oleh lima kabupaten kota, seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung dan Kota Cimahi pada Rabu (22/4/2020). Kabupaten Bandung tak akan menerapkan PSBB secara total melainkan parsial.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bandung Yadi Abdurahman menyebutkan bahwa pembatasan hanya berlangsung pada kegiatan di luar rumah.

Ia mengatakan, terdapat enam pembatasan yang akan diberlakukan. Pertama pembatasan pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan institusi pendidikan. Kedua, pembatasan aktivitas bekerja di tempat kerja.

Kemudian pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Keempat, pembatasan aktivitas di tempat atau fasilitas umum. Kelima, pembatasan kegiatan sosial dan budaya. Keenam, pembatasan penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang.

Enam pembatasan tersebut telah dilakukan oleh warga sebelum PSBB diberlakukan. Khusus untuk PSBB Parsial akan dibentuk sebuah Peraturan Bupati (Perbup) disertai petunjuk pelaksanaannya.

Lalu tujuh kecamatan diajukan untuk pelaksanaan PSBB Parsial yakni Margaasih, Margahayu, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Cilengkrang, Cileunyi dan Cimenyan.

Yadi mengingatkan, meskipun hanya tujuh kecamatan yang diberlakukan PSBB Parsial pembatasan tersebut berlaku juga untuk kecamatan lainnya.

“Namun demikian bukan berarti kecamatan yang lainnya yang tidak PSBB tidak mengikuti standar kesehatan dalam penanganan COVID-19,” ucap Yadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: