Pemkot Bandung Bentuk Tim Independen guna Data Warga yang Berhak Terima Bantuan

Pemerintah Kota Bandung memerlukan pembentukan timindependen guna mendata masyarakat yang berhak mendapat bantuan jaring pengaman sosial. Dengan pendataan oleh timindependen, pemberian bantuan diharapkan dapat tepat sasaran.

“Data awal di RTRW compang camping, bisa ada warga penerima bantuan yang saudaranya RTRW. Oleh karena itu, perlu pendataan ulang oleh timindependen,” ucap Pengamat Kebijakan Publik Yogi Suprayogi Sugandi, dilansir dari laman Pikiran Rakyat.

Tim independen pun merumuskan kriteria warga yang berhak mendapat bantuan jaring pengaman sosial. Menurutnya, warga yang berhak masuk kriteria penerima bantuan agar tak muncul rasa iri antar warga. Seperti, warga yang dinilai berhak menerima bantuan yaitu para pekerja harian seperti pedagang kaki lima.

Tak hanya itu, warga luar Bandung yang sedang berada di Bandung juga berhak mendapat bantuan jaring pengaman sosial. Tetapi, tim independen juga memerlukane kepastian agar keluarga warga tidak menerima bantuan di daerah asalnya. Mengingat, bantuan jaring pengaman sosial diberikan per keluarga.

“Jangan sampai tumpang tindih (pemberian bantuan),” ungkap Yogi.

Namun, jika keluarga warga pendatang telah menerima bantuan di daerah asalnya, maka Pemkot Bandung tetap perlu memberikan bantuan kepada pendatang bersangkutan. Meskipun demikian, bantuan yang diberikan berasal dari program lain yang sifatnya diberikan kepada individu, bukan kepada keluarga.

Ia pum berharap Pemkot Bandung memiliki kesiapan fiskal yang memadai dalam membantu masyarakat terdampak pandemi virus corona. Mengingat, berakhirnya masa pandemi belum bisa dipastikan dan juga pendapatan Pemkot Bandung saat pandemi virus corona berkurang seiring berkurangnya pajak dari sektor jasa. Karena, banyak hotel dan restoran tutup untuk saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: