Ratusan Pedagang Pasar Tradisional di Cianjur Tutup Sementara

Ratusan pedagang di Pasar Induk Pasirhayam Kabupaten Cianjur berhenti berjualan untuk sementara waktu. Pasalnya, wabah Corona dan isu tutupnya pasar membuat jumlah pembeli menurun.

Dilansir dari laman detik.com, aktivitas perdagangan di pasar tradisional terbesar di Cianjur tersebut tak seramai biasanya. Kios dan Los nampak kosong ditinggal penjualnya yang berhenti berjualan.

Kepala Pasar Induk Pasirhayam, Doni Tri Wibowo, menyebutkan, sejak merebaknya wabah Corona, dan banyaknya pasien ODP serta ODP Covid-19 di Cianjur, jumlah pembeli pun mengalami penurunan.

Menurut pendataan yang dilakukan pihaknya, dari total 1.800 pedagang kios dan los, 20 persen diantaranya tutup di tengah wabah Corona ini.

“Sekitar 300-400 pedagang yang berhenti berjualan. Terutama untuk penjual pakaian, makanan ringan, dan bahan makanan kering. Tapi ada juga penjual sayur yang tutup,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, jika kios dan los di Pasar Induk Pasirhayam yang tutup kebanyakan berada di blok C dan D.

Ia menambahkan, penurunan jumlah pembeli diakibatkan banyaknya masyarakat yang memilih untuk diam di rumah.

Selain itu, muncul isu pasar akan tutup karena Corona membuat pembeli tak datang dan berbelanja. Padahal pasar akan tetap buka, dengan menerapkan sejumlah langkah pencegahan mengantisipasi penularan Corona.

Ia pun berharap, wabah Corona bisa segera selesai dan situasi kembali normal. Sebab dikhawatirkan aktivitas ekonomi di pasar terus menurun dengan adanya wabah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: