Omzet pasar Tradisional di Pasar Kabupaten Bandung Alami Penurunan

Omzet pasar tradisional saat ini sedang mengalami penurunan, ternyata hal tersebut dipengaruhi oleh pembatasan jamoperasional di masa tanggap darurat bencana non alam Covid-19. Tak hanya itu larangan menggelar hajatan serta kegiatan yang mengumpulkan massa dalam jumlah banyak juga turut andil terhadap turunnya pendapatan mereka.

Salah seorang pedagang Pasar Ciwidey Nurmaleh (45) menyebutkan, jika omzet penjualan ayam potong yang ia tekuni mulai menurun sejak diberlakukannya pembatasan interaksi sosial dan fisik dua pekan lalu.

“Pembeli mulai berkurang sejak itu, karena tidak ada lagi pesanan dari orang yang menggelar hajatan atau syukuran,” ucap Oloh.

Meburutnya, puncak penurunan omzet ini terjadi sejak diberlakukannya pembatasan jam operasional pasar tradisional di Kabupaten Bandung pada 30 Maret 2020 lalu. Soalnya sejak itu, para pedagang hanya bisa berjualan di pasar pada pukul 02.00 hingga 11-00 WIB.

Akibatnya pesanan ayam potong dari para pedagang kepada dirinya juga terus merosot hingga saat ini kurang dari 50 persen dari biasanya. Jika sebelumnya Oloh bisa memasok sekitar dua ton ayam potong setiap hari ke Pasar Ciwidey, kini satu ton per hari pun jarang terjadi. Imbasnya kini pendapatan harian Oloh pun terus berkurang dari hari ke hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: