Stok Sayur di Kabupaten Bandung Banyak di Tengah Masa Darurat Corona

Pemerintah Kabupaten Bandung kini memfasilitasi gelar produk komoditas pertanian guna mengantisipasi penutupan pasar modern dan tradisional di kawasan Bandung Raya dan Jakarta.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan para petani Kabupaten Bandung akan tetap bisa menjual hasil panen mereka, selama masa tanggap darurat Covid-19.

Bupati Bandung Dadang M. Naser mengatakan, kegiatan tersebut adalah salah satu upaya Dinas Pertanian sebagai anggota gugus tugas pencegahan Covid-19 bersama Asosiasi Pasar Tani (Aspartan) Sabilulungan Kabupaten Bandung.

Ia menyebutkan, sejumlah provinsi tengah dalam persiapan untuk melakukan karantina wilayah parsial di mana ada kemungkinan pasar modern dan pasar tradisional di wilayah Jabodetabek dan Bandung raya bisa ditutup sementara. Padahal selama ini wilayah-wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah terbesar yang menyerap hasil pertanian Kabupaten Bandung.

Sejak 30 Maret 2020 lalu, Disperindag Kabupaten Bandung sudah mulai membatasi jam operasional pasar modern dan tradisional. Pasar modern hanya boleh beroperasi pukul 08.00–18.00 WIB, sedangkan pasartradisional, buka pukul 02.00–11.00 WIB.

Oleh sebab itu, gelar produk pertanian diharapkan dapat menjadikan wadah bagi para petaniKabupaten Bandung agar tetap bisa menyalurkan komoditas hasil panen mereka. Terlebih hasil panen saat ini dalam keadaan surplus karena distribusi ke wilayah Jakarta sudah mulai terhambat.

Ia juga menegaskan warga Kabupaten Bandung kini tak perlu khawatir akan kekurangan pangan selama mengikuti imbauan pemerintah untuk bekerja dan belajar dari rumah. Mereka tetap bisa mendapatkan keperluan pangan tanpa harus sering keluar rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: