Banjir Bandang di Jember, Karena Kebakaran Hutan di Gunung Argopuro

Banjir Bandang kembali terjadi di wilayah Provinsi Jawa Timur. Setelah sebelumnya, wilayah Bondowoso diterjang banjir bandang, peristiwa yang sama terjadi di Kabupaten Jember pada Sabtu sore, 1 Februari 2020.

Hujan yang cukup tinggi menyebabkan volume Sungai Kalijompo naik drastis hingga terjadi banjir bandang sekitar pukul 15.30 sore. Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi menerima dampak paling parah usai hujan terjadi di Kabupaten Jember.

Kebakaran hutan sempat terjadi di tahun 2019 dan menyebabkan ratusan hektare Gunung Argopuro lenyap terbakar dan sisakan ranting-ranting pohon.

Aliran sungai Kalijompo yang berhulu di Gunung Argopuro pun mengalami kenaikan debit air yang signifikan hingga mencapai ketinggian 150 cm sekitar pukul 16.00 waktu setempat. 

Sungai yang berhulu di Gunung Argopuro ini, tidak mampu lagi menampung derasnya air yang bercampur lumpur yang juga membawa material berupa lumpur hingga ranting pepohonan.

Terjadinya banjir bandang saat ini menyebabkan material kayu karena sisa kebakaran hutandi Gunung Argopuro yang terjadi beberapa bulan lalu. Selain itu, juga dipicu oleh hujan deras yang kemudian menyebabkan material kayu terbawa oleh aliran sungai.

Warga melaporkan banjir yang mulai terjadi di hulu Kalijompo di perkebunan Klungkung, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.

Kiriman air melaju dari atas dengan intensitas yang sangat cepat dan deras sehingga air pun meluap hingga ke permukiman warga.

Banjir ini melanda perkampungan di Kawasan Wonocolo di Surabaya, mencapai ketinggian 60 cm. Bahkan, ada beberapa rumah warga yang permukaan lantai rumahnya tak terlalu tinggi dari jalan kampung, turut terendam.

Genangan air setinggi kurang lebih 40 cm juga terlihat di sepanjang Frontage Ahmad Yani sisi utara setelah bundaran Waru hingga flyover Wonokromo. Banjir menggenangi bagian Rumah Sakit Islam (RSI) Wonokromo, Surabaya.

Banjir juga melanda perkampungan di Kawasan Wonocolo di Surabaya, mencapai ketinggian 60 cm. Bahkan, ada beberapa rumah warga yang permukaan lantai rumahnya tak terlalu tinggi dari jalan kampung, turut terendam.

Untuk mencegah jatuhnya korban akibat banjir bandang, sebagian warga sudah dipindahkan ke pengungsian oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: