Warga Pendatang Kota Cimahi Terus Bertambah di Tahun 2019

Penduduk nonpermanen atau pendatang di Kota Cimahi pada tahun 2019 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan tahun 2018, jumlah pendatang hanya 998 orang, tahun 2019 tercatat sebanyak 1.245 orang.

Hal ini berdasarkan jumlah pembuat Kartu Identitas Penduduk Musiman (Kipem) atau surat penduduk nonpermanen yang masuk ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi.

Ia menyebutkan, tidak mengetahui pasti motivasi para pendatang ini tinggal di Kota Cimahi. “Enggak tahu secara persisnya, hanya mungkin pindah sementara untuk sekolah atau karena pekerjaan,” ucapnya.

Kipem atau surat penduduk nonpermanen harus dimiliki pendatang yang akan tinggal di Kota Cimahi. Kipem ini, kata Dennyla, berlaku selama satu tahun. Jika sudah habis, maka Kipem tersebut tidak bisa diperpanjang karena harus membuat KTP Cimahi, atau pindah ke daerah asalnya.

Menurut Dennyla, penduduk nonpermanen ini biasanya kembali lagi ke daerah asal, ada juga yang melakukan perpindahan dari daerah asal ke Kota Cimahi. “Kan engga bisa diperpanjang. Disarankan untuk pindah ke Kota Cimahi,” ungkapnya.

Pendatang di Kota Cimahi pada tahun 2019 jumlahnya meningkat, sehingga pihaknya berupaya melakukan pengendalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: