Target Kenaikan PAD Kabupaten Bandung Belum Signifikan

Target kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam RAPBD Kabupaten Bandung tahun 2020, dinilai belum signifikan dan masih jauh dari nilai potensi yang bisa digali. Beberapa potensi di dinas dinilai belum cukup optimal.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Bandung Toni Permana yang juga anggota Komisi menyampaikan, Ia menyoroti beberapa mitra kerjanya seperti Dinas Perhubungan. Dinas tersebut mengelola retribusi parkir yang targetnya pada 2020 hanya Rp 1 miliar.

“Kalau kita rasionalisasi per bulan, hanya Rp 83 juta. Kita bagi lagi menjadi hanya Rp 2,8 juta per hari,” ujar Toni.

Toni menyebutkan, berdasarkan hasil pembahasan akhir, target PAD 2020 hanya sebesar Rp 1,006 triliun. “Kenaikannya dari target APBD perubahan 2019 hanya sekitar Rp 60 miliar,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui, target PAD Kabupaten Bandung sempat mengalami lonjakan tajam hingga Rp 331 miliar (63,90 persen) dari Rp 518 pada 2018 menjadi Rp 849,28 miliar pada APBD murni 2019. Jika merunut pada angka itu, target PAD para APBD murni 2020 sebenarnya naik sekitar Rp 150 miliar (17,64 persen).

Meskipun begitu, target 2019 meningkat lagi menjadi Rp 940 miliar pada APBD perubahan. Sehingga dari angka itu kenaikan target 2020 menjadi hanya sekitar Rp 60 miliar (6,3 persen).

Menurutnya, kenaikan tersebut masih jauh dari potensi yang bisa digali. “Kami mengkritisi beberapa potensi di dinas tertentu yang belum optimal,” ujarnya.

Jumlah tersebut, Menurut Toni, tidak signifikan dengan potensi yang ada. Apalagi dengan luas wilayah Kabupaten Bandung yang mencapai 1.768 kilometer persegi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: