Banyak Pembangunan, Sawah di Bandung Menyusut 100 Ha Per Tahun

Kota Bandung terbilang sangat pesat pembangunan berbagai infrastrukturnya. Sayangnya, hal tersebut membuat pembangunan yang dilakukan semakin menggerus ketersediaan lahan, termasuk sawah di kota berjulukan Parijs Van Java ini.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Gingin Ginanjar mengatakan lahan sawah di Kota Bandung setiap tahun memang mengalami penyusutan. Dampak dari banyaknya alih fungsi lahan untuk dijadikan tempat hunian atau lainnya.

Berdasarkan data yang ada, total lahan sawah di Kota Bandung saat ini seluas 623 hektare. Sebagian besar penyebarannya berada di kawasan timur Kota Bandung, seperti Gedebage dan Cibiru.

Keberadaan lahan sawah saat ini terancam oleh banyaknya pembangunan yang dilakukan. Menurut data yang dimilikinya, rata-rata penyusutan lahan sawah di Kota Bandung setiap tahun mencapai 100 hektare.

“Rata-rata berkurang 100 hektare per tahun. Adapun alih fungsi lahan cenderung untuk hunian,” ujar dia.

Pihaknya mengaku cukup kesulitan mencari lahan untuk dijadikan sebagai sawah abadi. Dia menyatakan, sawah abadi yang dimiliki Pemkot Bandung saat ini seluas 32,2 hektare berada di daerah Cibiru.

Gingin mengungkapkan, demi menjaga keberadaan sawah di Kota Bandung, perlu adanya regulasi yang mengatur. Salah satunya di RTRW atau regulasi lainnya agar keberadaan sawah di kota berpenduduk kurang-lebih 2,5 juta jiwa itu tidak hilang tergerus pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: