12 Bus Sekolah Dishub Kota Bandung Dikandangkan

Sebanyak 12 bus sekolah Dishub Kota Bandung dikandangkan, pasalnya sistem zonasi telah sukses diterapkan. Sebelumnya bus sekolah yang beroperasi di Kota Bandung sekitar 24 bus, dan setengahnya saat ini berada di lingkungan Kantor Dishub Kota Bandung.

Menurut pengamatan di lapangan, Sejumlah bus sekolah diparkirkan di lingkungan kantor Dishub Kota Bandung yang berada di Kawasan Kecamatan Gedebage. Karena tidak digunakan, bus sekolah tersebut kotor dan berdebu, juga ada yang ban kempes maupun ada sebagain badan bus yang keropos.

Kepala BLUD UPT Pengelolaan Angkutan Dishub Kota Bandung, Yudhiana menngungkapkan, akibat minimnya peminat bus sekolah, pihaknya melakukan normalisasi operasional bus sekolah. Dengan melakukan pengurangan armada bus sekolah.

“Karena masih ada siswa-siswa sekolah, khususnya swasta yang tidak menganut sistem zonasi sekolah, sehingga mereka masih menggunakan bus sekolah. Ini dari awal tahun sudah mengurangi bus sekolah, tapi mulai ajaran baru sudah banyak berkurang, sehingga tidak efektif,” ujarnya di Terminal Leuwipanjang, Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bandung, pada Kamis (5/9/2019).

Ia menyampaikan, dari keseluruhan bus sekolah berjumlah 24 armada, hanya sisa 12 bus yang beroperasi. Sejumlah bus sekolah tersebut masih beroperasi di beberapa titik lokasi, seperti jalur Cibiru-Alun-alun, Leuwipanjang-Dago, Dan Antapani- Sukajadi.

Ia menambahkan, karena 12 bus yang saat ini menganggur, rencananya akan dialihfungsikan ke program lainnya agar kembali beroperasi.

“Agar beroperasi lagi, kami sudah mempersiapkan berbagai rencana. Bisa saja untuk angkutan mahasiswa, atau untuk warga Bandung yang mau bepergian jauh. Tapi ini masih dalam kajian,” ucapnya.

Disinggung mengenai kondisi bus sekolah yang menganggur, lanjutnya, sejumlah bus sekolah tersebut masih dilakukan perawatan ringan. Dengan demikian, menurutnya kondisi dari bus-bus tersebut masih layak walau tidak dioperasikan.

“Kita berikan perawatan ringan, tapi kondisi bus sekolah masih layak. Kalau anggarannya untuk satu bus sekitar Rp 1 Miliar, dan mulai beroperasi sekitar 2013 lalu,” jelasnya.

Yudi juga menuturkan bahwa sejumlah bus tersebut akan dipersiapkan, untuk beberapa layanan angkutan untuk warga Kota Bandung termasuk kaum disabilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: