PKL di Alun-alun Majalengka Tak mau Direlokasi Oleh Pemerintah

Pedagang kaki lima yang semula berjualan di Alun-alun Majalengka sebelumnya sempat tak mau pindah ke Pasar Lawas tempat mereka direlokasi oleh pemerintah. Dengan beralasan belum ada listrik serta jualan sepi karena tidak ada keramaian.

Beberapa yang sudah pindah berjualan ada yang mengeluh karena omset jualan mereka menuruh hingga 70 persen. Kondisi ini diduga karena belum banyak yang mengetahui pindah lokasi serta sebagian besar pedagang masih berjualan di sekitar alun-alun seperti Jalan Bhayangkara, Jalan Pramuka serta sebagian pedagang bergeser kearah Barat Mesjid Agung.

Tirah, pedagang seblak dan minuman teh menyebutkan, omsetnya mulai turun drastis karena pembeli sepi. Tak hanya itu kesulitan listrik juga menjadi kendala. “Kalau kompak semua berjualan di sini mungkin bisa ramai, pembeli juga datang. Ini kan tidak semua pindah. Kedua listrik juga belum ada sekarang terpaksa listrik minta ke warga harganya jauh lebih mahal,” ucap Tiirah.

Di alun-alun menurutnya, pembayaran listrik hanya Rp 3.000 per hari, hal itu untuk penerangan dan sambungan ke barang elektronik untuk berjualan. Sedangkan di pasar lawas tarif listrik tidak terukur. Pertama dia bayar Rp 10.000 per hari, hanya esoknya dia minta keringanan karena perolehan dari jualan tidak sampai Rp 70.000 sehari semalam.

“Katanya PLN belum bersedia memberikan sambungan listrik alasanya tidak ada tempat untuk menyambungnya, kalau di alun-alun kana da kami bayar kepada orang yang memiliki sambungan listrik, bayarnya juga murah. “ ujar Tirah.

Sama halnya dengan yang disampaikan Ei, ia engaku jualannya menurun drastis. Dari jualan seblak biasanya dia memperoleh penghasilan hingga Rp 500.000 per hari, belum ditambah dari cilor dan cireng. Saat ini omsetnya tidak sampai 25 persen dari biasanya.

Para pedagang pun berharap bahwa pemerintah bisa bertindak tegas memindahkan para pedagang ke pasar lawas agar lebih kompak dan konsumen bisa memburu jajanan ke sana. Tak hanya itu permukaan tanah di pasar lawas diperbaiki agar permainan anak sepertu balon, mobil-mobilan bisa berada di sana- Karena permainan anak-anak akan mengundang konsumen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: