Gempa Kuat Sesar Lembang terus Mengintai Bandung

Teti Hadiyati cukup antusias saat memandu belasan orang warga Desa Lembang, Kabupaten Bandung, menyanyikan lagu.
Syair lagu itu terdengar, “Satu-satu, awas ada gempa. Dua-dua, lindungi kepala…” “… Tiga-tiga, menuju titik kumpul. Satu, dua, tiga, selamat semuanya…” .

Teti ialah satu dari dua perempuan anggota relawan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang aktif menyosialisasikan kesiapsiagaan bencana gempa Sesar Lembang.

Di hadapan warga RW 10, Desa Lembang, akhir April lalu, Teti dan rekannya Ai Sukaesih, telah sosialisaaikan bencana gempa – termasuk menyanyikan lagu itu – untuk mengantisipasi bencana gempa.

Mereka pun menyampaikan materi sosialisasi melalui paparan langsung, leaflet, buku panduan, serta – tentu saja – lagu.

Masyarakat desa tersebut tinggal dan beranak-pinak di kawasan berpotensi menimbulkan gempa berkekuatan kuat, karena dilalui sesar atau patahan yang diyakini aktif.

Warga terlihat sangat antusias dalam menyimak penjelasan Teti dan Ai Sukaesih, sesama relawan yang siang itu mengenakan kerudung oranye dan kaos hitam bertuliskan Avengers.

Avengers di sini bukanlah kelompok superhero asal Amerika, melainnkan komunitas relawan siaga bencana bentukan BNPB yang anggotanya adalah warga setempat.

“Avengers itu superhero yang selalu siap dalam menanggulangi bencana. Siap, selalu tangguh!” Terang Teti.

Sesar lembang atau patahan Lembang dilaporkan terus bergerak aktif dengan rata-rata pergerakan mencapai empat milimeter per tahun.

Dalam kajian ahli menyebutkan sesar tersebut telah berada di tahap akhir siklus gempa bumi, yang artinya ancaman gempa bisa datang kapan saja.

Sesar Lembang memiliki panjang 29 kilometer, yang membentang dari Barat ke Timur, dimulai dari Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, hingga Manglayang, Kabupaten Bandung.

Jika terjadi pergerakan patahan, demikian para ahli gempa, dampaknya bisa dirasakan di dua kota dan empat kabupaten, yakni Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Subang, dan Sumedang.

Meski Kota Bandung relatif jauh dari Sesar Lembang, dampak guncangan akan sama kuat dengan dengan lokasi di dekat patahan, kata peneliti gempa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: