Kemarau, Pasokan Air PDAM Digilir

Beberapa warga Kota Bandung kini mulai mengalami kesulitan air PDAM. Di Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, beberapa warga terkena giliran distribusi air dari PDAM Tirtawening Kota Bandung.

“Biasanya air ngalir dua hari sekali. Kadang kalau dari pagi ditunggu, keluarnya sedikit. Kadang sebentar ada, terus mati lagi. Setelah sore baru lumayan. Sudah lama kayak gini,” ucap Omah (50), warga Kelurahan Babakan Asih, Senin, 15 Juli 2019.

Ia pun mengakui adanya kesulitan mengakses air bersih, terutama saat musim kemarau tiba. Sedangkan, tetangga lainnya yang memiliki persediaan air cadangan dari sumur, Omah bergantung pada pasokan air PDAM.

Ia juga berharap layanan air bersih bisa mengalir lancar setiap hari. Di Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, pasokan air PDAM juga naik-turun. Ketua RT 03/RW 01, Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Budi Z. menyebutkan, beberapa warga mulai melaporkan pasokan layanan air bersih yang mulai berkurang semenjak kemarau.

“Sudah beberapa hari memang tidak normal (pasokan air PDAM). Enggak seperti biasa. Semenjak kemarau,” ucapnya..

Menurut laporan warga, ada beberapa yang mengalami kekurangan pasokan air pada jam-jam tertentu. Mereka mulai mencoba memprediksi jadwal distribusi air, meskipun harus menunggu hingga dini hari.

“Kalau kekurangan air, mereka coba-coba mulai sedot airnya pada jam tertentu. Kadang-kadang jam 2 atau jam 5 subuh,” tambahnya.

Sedangkan, salah satu warga, Budi telah menyiasati kemarau dengan membangun tangki penampungan yang ditanam di bawah garasinya. Pasokan air PDAM dibiarkan mengalir dan diatur pelampung otomatis saat tangki penuh.

Tetapi, berkurangnya pasokan air juga sudah ia rasakan. Konsumsi listrik bertambah karena fungsi pompa bergantung pada pasokan air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: