Mesin Sangrai Kopi Asal Bandung

Stanley yang semula hanya berfokus pada peralatan seduh kopi, mulai dari dropper, server, container, drinkware, hingga tea set. Kini ia mulai melirik kebutuhan mesin sangrai kopi.

Suji Premium Handcrafted ialah merek produk dari perusahaan swasta Pudak Scientific, yang bergerak di bidang produksi alat peraga pendidikan untuk tingkat TK hingga Universitas.

Jika perusahaan berinovasi dengan menghasilkan beragam produk yang masih selaras dengan bisnis intinya, perusahaan yang sudah berpengalaman selama 41 tahun dalam produksi berbahan kaca borosilikat justru berinovasi jauh dari bisnis intinya.

“Pudak Scientific berdiri pada tahun 1978. Awalnya berlokasi di Jalan Pudak, mulai dari garasi kecil dengan dua mesin bubut bekas dan beberapa perajin kayu yang terus berkembang hingga saat ini,” ucap Stanley , dilansir laman Liputan6.com di Gedung Pudak Scientific, kawasan Gedebage, Kota Bandung, Jumat (6/7/2019).

“Awalnya kita bikin alat seperti dripper itu. Kita bikin dua, tahunya harganya cocok, bikin tujuh juga laku. Jumlahnya sampai sekarang ini sudah ribuan,” ungkap Direktur Pudak Scientific itu.

Dengan adanya peluang di bisnis kopi yang mulai meningkat, Stanley mencemplungkan diri ke pembuatan mesin sangrai kopi. Pada 2018 lalu, ia berkolaborasi dengan William Edison memproduksi alat sangrai kopi.

Melalui hasil kerjasama tersebut melahirkan sebuah mesin sangrai kopi bernama WE X Suji Mini Roaster 100. Alat tersebut dapat menyangrai kopi dengan kapasitas 100 gram. Hal ini adalah sebuah mesin yang tergolong jarang ditemui karena kapasitasnya yang terbilang minimalis dan cocok digunakan untuk konsumsi rumah tangga.

“Pak William melihat ada kesempatan besar untuk mendorong kita bikin mesin sangrai kopi, mengingat kopi sudah jadi tren terutamanya seduh manual. Setelah berdiskusi, kita sepakat bikin yang 100 gram karena bagi millenials mesin ini bisa membantu mereka bereksplorasi,” terang Stanley.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: