Cianjur Terancam Kehilangan Ribuan Ton Padi

Kabupaten Cianjur terancam kehilangan puluhan ribu ton padi dengan kerugian lebih dari Rp 80 miliar hingga 2021 mendatang. Hal tersebut disebabkan ribuan lahan pertanian di Kecamatan Cibeber terus mengering karena tak mendapatkan pengairan.

Ribuan lahan mengalami kekeringan akibat jaringan irigasi sungai Cikondang yang belum kunjung diperbaiki. Sebenarnya, Kecamatan Cibeber merupakan salah satu lumbung padi dengan produksi tinggi.

Enam bulan lamanya, tanggul irigasi di Sungai Cikondang jebol karena dimakan usia. ”Jebolnya tanggul ini membuat aliran air menjadi tidak normal, makanya lahan pertanian kekeringan bahkan terancam gagal panen,” ucap Camat Cibeber Ali Akbar, Senin, 1 Juli 2019.

Saluran irigasi mengaliri sekitar 1.007 hektare lahan pertanian di 9 desa di Kecamatan Cibeber. Menurut alu, kondisi tersebut sangat berpengaruh pada pertanian setempat. Padahal, satu hektare lahan di Cibeber dapat menghasilkan sekitar 9 hingga 10 ton padi.

Cianjur bisa kehilangan lebih dari puluhan ribu ton padi karena irigasi yang tak berfungsi. Ali menyampaikan, jika dinominalkan, nilai kerugian akibat produksi pertanian yang terganggu itu bisa mencapai Rp 80 miliar.

Pemerintah provinsi seperti yang diketahui sudah melakukan tender pembangunan irigasi. Hanya, kemungkinan pembangunannya baru dilaksanakan pada 2020 mendatang. Diiperkirakan jika irigasi baru bisa difungsikan kembali pada 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: